3 Tarif Bea Masuk Barang Impor Lewat Bandara Soekarno Hatta

tarif bea masuk barang impor
Tarif Bea Masuk Barang Impor. Sebagai bandar udara terbesar di Indonesia, Bandara Internasional Soekarno Hatta ( Bandara Soetta ) menjadi salah satu pintu masuk utama penumpang dan barang dari luar negeri.

Setiap barang yang masuk ke Indonesia dari luar negeri pada prinsipnya ada kewajiban pajak yang harus ditunaikan ( terutang pajak ).

Kewajiban atas barang yang masuk melalui Bandara Soetta adalah membayar pajak ( barang impor ) kecuali barang tersebut dikategorikan barang yang tidak kena pajak atau mendapatkan pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

FYI, saya menginjakkan kaki pertama kali di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Soekarno Hatta (KPU Soetta) pada pertengan Juni 2015.

Pada waktu itu adalah bertepatan dengan peralihan status kantor dari Kantor Madya Bea Cukai Soetta menjadi KPU Soetta.

Penugasan pertama kali saya di KPU Soetta adalah di terminal kedatangan Internasional. Pada kesempatan pertama kali tugas di terminal ini berlangsung selama 3 bulan.

Objek pekerjaan yang saya dilakukan adalah melayani pembawaan barang penumpang pesawat.

Selanjutnya saya pindah ke area kargo dengan rutinitas yang lain yaitu memeriksa dokumen barang kiriman (PBIK).

Saat ini pengaturan penugasan adalah antara keduanya yaitu beberapa hari di kantor dan sisinya dinas di terminal.

Lingkungan kerja yang baru ini bertolak belakang dengan penugasan saya sebelumnya yaitu dari pekerjaan dibelakang meja menjadi pekerjaan lapangan. Banyak hal baru yang harus dipelajari dan mental yang harus diedukasi.

Pada waktu itu terminal kedatangan dari luar negeri ada di 3 lokasi yaitu di terminal 2D, 2E dan terminal 3.

Kebijakan terkait pajak impor barang yang dilayani di KPU Soetta dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan yang disebabkan dinamika dan perkembangan bisnis dan perdagangan internasional.

Perubahan peraturan yang kentara terlihat dari besaran tarif bea masuk dan pembebasan atas bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

Sedangkan pada macam/jenis pajak impor barang yang dikenakan relatif sama.

Jenis Pajak Impor Barang

Pajak impor barang yang dimaksud disini adalah total nominal rupiah yang harus dibayarkan oleh pemilik barang baik melalui terminal atau lewat cargo oleh Pengusaha Jasa Titipan (PJT) atas barang impor.

Secara garis besar, pajak impor barang untuk barang yang masuk baik melalui pelabuhan laut maupun udara di bagi memjadi 3 jenis.

Berikut adalah 3 jenis pajak barang yang dikenakan atas barang impor yaitu :

  • Bea Masuk ( BM )
  • Pajak Pertambahan Nilai ( PPn )
  • dan Pajak Penghasilan Impor ( PPH )

Dibandara Soetta, pemberlakuan besarnya tarif bea masuk barang impor berbeda antara satu dengan yang lain.

Perbedaan ini disebabkan oleh cara pengajuan pemberitahuan impor atas barang impor tersebut atau lewat mana barang impor itu masuk apakah lewat terminal kargo atau terminal kedatangan.

Barang impor masuk melalui KPU Soetta dibagi dua yaitu pertama barang yang dibawa penumpang pesawat ( barang bawaan penumpang ).

Kedua, barang kiriman yang terdiri dari Pemberitahuan Impor Barang Khusus (PIBK) dan Consignment Note ( CN ).

Pembebasan Bea Masuk Dan Pajak Dalam Rangka Impor

Pada kasus tertentu sebuah barang yang awalnya mempunyai kewajiban berupa bea masuk dan pajak dalam rangka impor karena suatu sebab dia mendapatkan pembebasan dari kewajiban itu.

Pada awal penempatan di terminal kedatangan internasional, pembebasan bea masuk barang bawaan penumpang pesawat adalah USD 250/orang dan USD 1000 untuk satu keluarga.

Sedangkan untuk barang kiriman (PIBK) pembebasan bea masuk adalah USD 50 /pengiriman (AWB).

Sering waktu berjalan pembebasan bea masuk untuk barang kiriman mengalami beberapa kali perubahan.

Diawal pembebasan yang diberikan adalah USD 50 kemudian naik menjadi USD 100, turun ke USD 75 dan USD 3.

Pembebasan Bea Masuk Barang Kiriman (CN)

Berdasarkan Peraturan Menteri Kueangan (PMK) Nomor 199/PMK/010/2019 yang mulai diberlakukan mulai tanggal 30 januari 2020 pembebasan bea masuk yang diberikan untuk CN adalah 3 US Dollar.

Jadi untuk pembelian barang dari luar negeri dengan nilai FOB sebesar atau kurang dari ( <= ) tidak dikenakan bea masuk. Untuk barang ini hanya dikenakan PPN sebesar 10 %.

Pembebasan Bea Masuk Barang Penumpang

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 203/PMK.04/2017 pembebasan bea masuk barang impor pribadi penumpang pesawat adalah sebesar 500 US Dollar.

Dan untuk pembebasan barang penumpang pesawat tidak mengenal istilah keluarga.

Di PMK ini juga diatur batas maksimal barang impor awak pesawat sebesar 50 US Dollar.

1. Tarif Bea Masuk Barang Impor Untuk Barang Bawaan Penumpang

Tarif bea masuk(BM) untuk barang bawaan penumpang yang berlaku saat ini adalah flat 10%.

Sedangkan adalah PPn flat 10% dan tarif PPh 7,5 % atau 10 % dengan Nomor Induk Wajib Pajak (NPWP) dan 15 % atau 20 % tanpa NPWP.

Perbedaan pengenakan besaran PPh disini berdasarkan jenis dari barang bawaan penumpang.

2. Tarif Bea Masuk Barang untuk barang impor yang diajukan dengan PIBK. 

Tarif bea masuk barang impor yang diajukan dengan dokumen PIBK adalah sesuai dengan BTKI ( Buku Tarif Kepabeanan Indonesia ). Dengan PPn flat 10% dan tarif PPh 7,5 % dengan NPWP dan 15 % tanpa NPWP.

Jika dilihat dari asal barang dan dokumen pengajuannya, PIBK sendiri dibagi 3 :

  • PIBK murni

PIBK murni adalah Pemberitahuan impor barang yang dilakukan oleh Pengusaha Jasa Titipan ( PJT ) untuk penerima barang ke Kantor Bea dan Cukai. PIBK ini diperuntukkan bagi penerima barang non PT dengan nilai FOB >= $1500.

  • PIBK Barang Penumpang

PIBK Barang Penumpang adalah Barang bawaan penumpang yang harus diselesaikan kewajiban atas PDRI ( Pajak Dalam Rangka Imor ) di Kantor Pelayanan Utama Soekarno Hatta ( KPU Soetta ).

  • PIBK ex Domuken CN ( Consignment Note)

PIBK ex dokumen CN adalah PIBK yang pada awalnya di laporkan dengan CN tetapi berdasarkan penelitian pejabat pemeriksa dokumen bea dan cukai harus diselesaikan dengan dokumen CN.

3. Tarif Bea Masuk Barang untuk barang impor yang diajukan dengan CN

Sekedar mengingat kembali bahwa pembebasan untuk CN adalah sebesar USD 3.

Harga Barang Diatas USD 3

Tarif bea masuk barang impor yang diajukan dengan dokumen CN adalah flat 7,5 % dan dikecualikan untuk produk-produk tertentu ( baju, sepatu, tas dan sejenisnya )

Tarif yang dipakai adalah PPn flat 10% untuk semua jenis barang dan PPH tidak dipungut dan kecualikan untuk produk-produk tertentu.

Dan tarif PPh untuk produk-produk tertentu adalah sebesar 10 % dengan NPWP dan 20 % tanpa NPWP.

Harga Barang <= USD 3

Untuk harga barang kurang dari/sama dengan 3 dollar US hanya dikenakan tarif PPN 10 % sedangka untuk BM dan PPH tidak dipungut.

Demikianlah penjelasan tentang tarif bea masuk barang impor yang diselesaikan di KPU Soekarno Hatta.

Jadi sebuah tas akan bebas dari pajak atau dikenakan bea masuk yang berbeda tergantung bagaimana barang tersebut masuk.

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan dan Download E-Book Bagus

* indicates required

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *