5 Perilaku Penumpang Pesawat Modern Vs Medioker

pajak penumpang pesawat

Sebagai petugas bea cukai bandara, secara bergilir dan terjadwal saya harus melayani dan mengawasi barang bawaan penumpang pesawat di terminal kedatangan internasional bandara Soekarno Hatta. 

Salah satu tugas di terminal adalah melakukan penghitungan dalam rangka pembayaran pajak untuk barang bawaan penumpang pesawat untuk barang personal use yang terutang pajak.

Respon, karakter dan sikap berbeda akan keluar dari penumpang ketika ada kewajiban pajak yang harus ditunaikan atas barang bawaannya. 

Secara umum ada respon positif dan negatif. Dari reaksi spontan ini mencerminkan apakah dia seorang penumpang modern atau medioker.

Berikut adalah 5 perbedaan karakter/perilaku/respon yang ditunjukkan penumpang modern dan medioker ketika barang bawaannya ada kewajiban pajak yang harus dibayarkan :

1. Inisiatif vs Sembunyi – Sembunyi

Seorang penumpang modern dengan sukarela akan berinisiatif untuk melaporkan barang bawaannya kepada petugas bea cukai meskipun dia sudah melewati pemeriksaan X-ray bea cukai.

Sebaliknya, seorang penumpang medioker akan berusaha keras menyembunyikan dan tidak melaporkan barang bawaannya agar terhindar dari kewajiban pajak dan berpura – pura tidak mengerti peraturan yang berlaku.

2. Menjadi Diri Sendiri vs Berlindung Atas Nama Orang Lain

Penumpang modern siap dengan segala konsekuensi atas barang bawaannya. Ketika diberitahu bahwa ada kewajiban pajak atas barang belanjaannya, tanpa basa basi dia akan membayar dan bangga sebagai warga yang taat pajak.

Lain halnya dengan penumpang medioker, dia akan menyebut kenal si A atau keponakannya si B. Tujuannya tidak lain agar bisa lepas dari kewajiban atau mendapatkan pengurangan dalam pembayaran pajak.

3. Terus Terang vs Bisik – Bisik

Ketika seorang penumpang modern harus membayar pajak, maka dia tanpa basa basi langsung mengiyakan.

Biasanya penumpang medioker akan mencoba hal hal tidak sportif, berperilaku tidak jujur dan mencoba berbasa basi dengan petugas.

4. Pembelajar vs Mbodoni

Penumpang modern adalah pembelajar sejati. Dia akan mengisi customs declaration dan tidak ragu untuk bertanya kepada petugas untuk hal hal yang tidak dia mengerti.

Jenis penumpang yang kedua ini selalu bilang tidak tahu peraturan yang berlaku dan bilang bahwa baru pertama kali dengan barang barang bawaannya.

5. Mental Kaya vs Mental Miskin

Penumpang modern membeli barang tahu akan tanggungan yang harus dibayarkan/konsekuensinya. Perilaku ini hadir dari mindset kayanya dimana membeli barang mahal dari sebagian kecil hartanya.

Lain lagi dengan penumpang medioker. Dia terlihat shock ketika diperlihatkan tagihan pajak yang harus dibayarkan. Mungkin karena dia membeli barang dari hasil menabung untuk tujuan gaya gayaan.

Tulisan kali ini tidak bertujuan untuk mendiskreditkan penumpang pesawat yang mempunyai keragaman  agama, ras maupun bangsa. 

Saya pribadi juga tidak memaksa seseorang untuk menjadi seorang penumpang modern maupun medioker, itu adalah pilihan.

Sepanjang pengamatan saya terhadap penumpang pesawat yang berbeda, tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa bisa dilihat dari perilaku penumpang pesawatnya. Semoga kita bisa belajar dari nilai nilai positif dari penumpang pesawat tersebut untuk Indonesia yang lebih baik dan beradab.

Semoga bermanfaat dan selamat membaca 🙂

Berlangganan dan Download E-Book Bagus

* indicates required

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Gratis
E-BOOK BAGUS TENTANG PERSONAL DEVELOPMENT DAN MOTIVASI