Apa Itu Bea Cukai : Definisi Arti dan Pengertian

Apa Itu Bea Cukai Definisi Arti dan PengertianDalam pandangan masyarakat awam, masih terbentuk pemahaman yang beragam dan terpisah – pisah tentang pengertian “ apa itu bea cukai “. Bagi anda yang sering bepergian keluar negeri tentunya tidak asing dengan aparat yang bertugas di pelabuhan laut, bandar udara dan daerah perbatasan darat dengan negara lain ini. Karena setelah anda lepas dari pemeriksaan dokumen imigrasi, barang bawaan anda harus melewati x-ray milik bea dan cukai. Untuk anda yang biasa belanja Online atau impor barang dari luar negeri tentunya juga sudah paham dengan barangnya yang harus melewati pemeriksaan bea dan cukai baik secara fisik maupun dokumen.

Pengertian bea dan cukai dimata masyarakat umum adalah sebuah organisasi yang kegiatannya menahan barang yang masuk dari luar negeri ke dalam wilayah Republik Indonesia. Contoh kasus, dalam sebuah kesempatan seorang teman lama bercerita tentang keinginannya berlangganan internet tertunda karena perangkat yang akan dipakai yang di impor tertahan oleh pihak bea dan cukai. Saya menyarankan kepadanya untuk menanyakan lebih lanjut tentang alasan penahanan barang tersebut karena bea dan cukai tidak akan menahan sebuah barang tanpa sebab.

Definisi bea cukai adalah organisasi yang bertugas diwilayah perbatasan yang mempunyai kewenangan menahan seseorang jika terbukti sebagai seorang penyelundup baik barang ilegal maupun barang terlarang. Suatu ketika keponakan saya yang ada dipulau seberang menonton tayangan TV tentang penangkapan bea cukai bandara terhadap penyelundup Narkoba. Kemudian dia menelpon anak saya dan menceritakan apa yang dia lihat dan berkata “hebat ya ayah kamu”. Belum tahu dia..hehehe

Jika ditanyakan tentang arti bea cukai kepada saya yang sudah cukup lama menjadi abdi negara tentu anda akan menemukan jawaban yang agak berbeda. Kesimpulan saya terhadap institusi bea cukai ini adalah sebuah organisasi yang melakukan pengawasan dan pelayanan terhadap barang yang masuk ke dalam wilayah NKRI (Impor) dan keluar wilayah NKRI (Ekspor). Pengawasan dilakukan terhadap barang – barang yang dilarang dan pelayanan dalam rangka kewajiban barang akan pemenuhan kewajiban pajak dalam rangka barang impor dan ekspor.

Walaupun pemaparan pengertian, definisi dan arti bea dan cukai diatas cukup singkat dan miskin landasan teori tetapi sudah bisa memberikan gambaran umum tentang organisasi Direktorat jenderal bea dan cukai. Selanjutnya diartikel ini akan di bahas lebih mendalam dan berdasar tentang bea dan cukai ini.

Pengertian bea dan cukai dari Definisi arti

Dengan mudah kita dapat memahami bahwa Bea dan cukai adalah gabungan dari dua kata yaitu bea dan cukai. Bea adalah pajak, ongkos atau biaya yang dikenakan atas barang yang masuk kedalam negeri dalam rangka impor dan barang yang keluar negeri dalam rangka ekspor. Bea atas barang impor disebut bea masuk sedangkan bea atas barang keluar disebut bea keluar.

Cukai adalah pajak, ongkos atau biaya yang dikenakan atas barang tertentu yang peredarannya di masyarakat membutuhkan pengawasan dan pengendalian karena dikawatirkan akan menimbulkan efek negatif jika dikonsumsi secara berlebihan. Sampai dengan artikel ini ditulis, objek kena cukai di Indonesia terdiri dari :

  • Etil alkohol / etanol
  • MMEA yaitu minuman mengandung etil alkohol dalam kadar berapapun
  • Hasil olahan tembakau yang terdiri dari tembakau iris, rokol daun, cerutu, sigaret dan hasil olahan tembakau lainnya.

Dalam perjalanan waktu dimana batas jarak dan waktu sudah tidak menjadi kendala dalam kegiatan perdagangan dunia, jumlah penerimaan pungutan terhadap bea masuk , bea keluar dan cukai mengalami pasang surut yang disebabkan melemahnya perdagangan dunia , kebijakan perdagangan antar negara dan turunnya harga barang.

Dari sudut jenis pungutan pajak yang dilakukan, kantor bea dan cukai dapat di kelompokan menjadi 3 yaitu :

  • Kantor Bea dan cukai yang pelayanan dan pengawasannya dominan pada kegiatan pebean yaitu kegiatan keuar masuk barang. Contohnya : Kantor Bea cukai Tanjung Priok
  • Kantor Bea dan Cukai yang pelayanan dan pengawasannya dominan pada kegiatan cukai. Contohnya : Kantor Bea dan Cukai kudus
  • Kantor Bea dan Cukai yang pelayanan dan pengawasannya terdiri dari kegiatan pabean dan  Contohnya : Kantor Bea dan Cukai Jakarta

Walaupun dalam prakteknya setiap Kantor Pelayanan Bea dan Cukai harus bisa melayani kedua kegiatan tersebut, pabean maupun cukai.

Pengertian Bea dan cukai sebagai sebuah organisasi

  • Eselon I dibawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Bea dan cukai adalah sebuah lembaga setara eselon I yang dipimpin oleh seorang direktur jenderal  sebagaimana direktorat jenderal pajak yang salah satu perannya adalah sebagai revenue collector (pemungut pajak). Pegawai bea dan cukai berstatus sebagai seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) pusat, sehingga senang dan suka harus siap ditugaskan diseluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Komposisi pegawai  Bea dan Cukai adalah alumni dari STAN ( Sekolah Tinggi Administrasi Negara ) dan sekarang menjadi PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara STAN)  baik dari disiplin ilmu bea cukai dan non bea cukai, serta diambilkan dari penerimaan setingkat SMK serta sarjana berbagai  jurusan dari berbagai Perguruan Tinggi lain yang disesuaikan dengan kebutuhan Organisasi.

  • Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bagian dari World Customs Organization (WCO)

World Customs Organization (WCO ) adalah sebuah organisasi dunia yang netral antar negara – negara yang yang mempunyai tujuan menciptakan kondisi kepabeanan yang efektif dan efisien dalam hal kemudahan perdagangan internasional, perlindungan terhadap ancaman negara dan kegiatan negara untuk memperoleh pendapatan untuk pembiayaan pemerintahan.

Sejak tahun 1957 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menjadi anggota WCO (World Customs Organization). Dari keanggotaan ini, DJBC banyak menerima bantuan dalam bentuk studi banding, bea siswa, simposium , pelatihan, kursus serta seminar – seminar.

Sebagai bagian dari Organisasi internasional, DJBC menyelenggarakan peringatan  hari “Pabean Internasional” pada tanggal 26 januari setiap tahunnya.

Pengertian Bea dan Cukai menurut Undang – Undang

Dasar hukum dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun  2006 tentang kepabean dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun  2007 tentang cukai. Disini dikatakan bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah unsur pelaksana tugas pokok dan fungsi Kementerian Keuangan dibidang kepabeanan dan cukai.

Besar harapan masyarakat umum mendapatkan  pencerahan dari tulisan yang sederhana ini dan paham apa itu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang berdiri di garda terdepan dalam rangka melindungi NKRI dari barang terlarang.

Semoga saudara, karib kerabat dan teman – teman memahami arti dan pegertian bea dan cukai dengan tugas dan tanggung jawab yang dipikul pewagainya.

Sudah menjadi bagian dari seorang Bea dan Cukai adalah berinteraksi dengan beragam manusia dari berbagai etnis, suku dan negara yang berbeda. Dari persinggungan ini ada nilai – nilai  yang bisa di ambil contoh dan ada yang harus ditinggalkan. Jika orang asing saja peduli dengan peraturan ketika akan memasuki negara orang lain, lah mengapa kita yang membuat peraturan tidak tunduk terhadap kesepakatan yang telah kita dibuat.

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan dan Download E-Book Bagus

* indicates required

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Gratis
E-BOOK BAGUS TENTANG PERSONAL DEVELOPMENT DAN MOTIVASI