ATA Carnet

ATA CarnetATA Carnet merupakan sistem yang disepakati setelah dilaksanakannya Konvensi ATA di Istanbul pada 30 Juli 1963, dan diotorisasi oleh International Chamber of Commerce, berupa perjanjian perizinan sementara atau paspor bagi perpindahan sejumlah barang tanpa membutuhkan surat jaminan, pajak maupun formalitas kepabeanan.

ATA Carnet adalah salah satu fasilitas perdagangan yang saat ini digunakan oleh mayoritas negara-negara di dunia untuk mempermudah lalu lintas barang dan jasa antar negara.

ATA Carnet ialah kepanjangan dari Temporary Admission, yang merupakan dokumen kepabeanan internasional atas barang impor sementara dengan mendapat jaminan melalui sistem jaminan internasional atas bea masuk dan pajak. Artinya barang-barang yang termasuk ke dalam daftar carnets memungkinkan untuk dilakukan ekspor dan impor sementara yang bebas pajak dalam jangka waktu hingga satu tahun.

Jika barang yang terdaftar dalam carnets melewati batas waktu maka akan dikenakan bea dan pajak. Kriteria barang yang dapat menggunakan prosedur ATA Carnet terbatas pada barang-barang dengan keperluan pertunjukan atau pameran, alat profesional, pendidikan, keperluan pribadi wisatawan dan olahraga, dan kemanusiaan.

Di Indonesia ATA Carnet diatur dalam peraturan perundang-undangan menteri dan bea cukai sebagai berikut:

  1. Peraturan Presiden nomor 89 tahun 2014 tentang Temporary Admission of Goods, atau ekspor-impor sementara dengan menggunakan ATA Carnet.
  2. Peraturan Menteri Keuangan nomor 228/PMK.04/2014 tentang Impor Sementara dengan Menggunakan Carnet atau Ekspor yang Dimaksudkan untuk Diimpor Kembali Dalam Jangka Waktu Tertentu Dengan Menggunakan Carnet.
  3. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor PER-09/BC/2015 tentang Tata Kerja Impor Sementara dengan Menggunakan Carnet atau Ekspor Sementara yang Dimaksudkan untuk Diimpor Kembali Dalam Jangka Waktu Tertentu dengan Menggunakan Carnet.
  4. Peraturan Menteri Keuangan nomor 228 ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 386/KMK.04/2015 tentang penunjukan Kadin sebagai lembaga penerbit penjaminan.

Berdasarkan peraturan-peraturan tersebut, Kadin Indonesia sudah menandatangani dan menyerahkan berbagai dokumen kepada International Chamber of Commerce dan World Customs Organization (ICC-WCO), yang pada intinya berisikan ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi oleh Kadin Indonesia.

Dengan penyerahan berbagai dokumen tersebut, maka sejak tanggal 15 Mei 2015, ICC-WCO memberitahukan kepada 74 negara anggota rantai jaminan internasional bahwa Kadin Indonesia dinyatakan sebagai Lembaga Penerbit dan Penjaminan Nasional yang ke-75.

Di Indonesia, Kadin ditunjuk sebagai NIGA (National Issuing and Guaranteeing) ATA Carnet. Jadi, melalui sistem ini pemohon dapat datang ke NIGA negara asalnya untuk mendapatkan dokumen carnet. Untuk pengajuan ini akan ada jaminan yang perlu dibayarkan.

Setelah mendapatkan carnet, maka NIGA negara asal akan menghubungi Bea Cukai negara yang dituju. Ketika barang sudah mencapai negara yang dituju, maka pemohon bisa langsung datang ke Kantor Bea Cukai setempat dan menunjukkan dokumen carnet.

Apabila sesuai maka barang bisa langsung diambil. Menurut ketentuan, masa berlaku dokumen ATA Carnet adalah satu tahun. Jadi, selama periode tersebut maka barang impor sementara yang masuk tersebut harus diekspor atau dipulangkan kembali ke negara asal. Jika tidak, akan ada prosedur klaim pembayaran pabean yang akan disampaikan Kepala Kantor Pabean kepada NIGA lokal/nasional. Bea Cukai tetap menjadi pengawas proses impor ekspor meksipun yang mengeluarkan izin sistem carnet adalah Kadin.

Untuk mendapat fasilitas tersebut, pengusaha pada awalnya harus mengisi formulir yang telah disiapkan oleh Kadin. Setelah itu, pengusaha membayar biaya administrasi sebesar Rp 1,5 juta bagi anggota Kadin dan Rp 2,5 juta bagi anggota non-Kadin. Jaminan tersebut wajib diserahkan oleh pengusaha. Jaminan dapat berbentuk uang tunai atau jasa perbankan yang berbentuk deposito atau berbentuk bukti jaminan bahwa pengusaha telah memberikan jaminan ke Kadin.

Jaminan dalam bentuk uang tunai prosesnya lebih cepat bila dibandingkan proses jaminan lainnya. Proses jaminan tunai lebih cepat karena tidak memerlukan akta bank. Barang jaminan mempunyai jangka waktu maksimal selama 36 bulan. Jika nanti pengusaha yang melakukan ekspor dan impor sementara ini tidak kembali dalam jangka waktu tersebut, maka barang jaminan tidak akan dikembalikan.

Persyaratan penerbitan ATA Carnet, adalah salinan identitas diri pemegang carnet atau yang mewakili, surat kuasa pemegang carnet kepada yang mewakili, salinan kartu tanda keanggotaan Kadin, rencana perjalanan barang, surat undangan penyelenggaraan dari negara asal, dan menandatangani surat pernyataan yang bermaterai.

Bentuk dari ATA Carnet menyerupai buku yang didalamnya terdapat lembaran-lembaran yaitu lembar depan dan belakang warna hijau, di dalamnya lembar putih dengan bersambungan (continuation sheet).

Lembaran-lembaran tersebut antara lain lembarang eksportasi, lembarang importasi, lembaran re-eksportasi, formulir untuk barang transit.

ATA Carnet mempunyai nomer seri dan disahkan oleh penerbit dokumen tersebut seperti Kadin. Saat mengimpor barang, lembar importasi dicatat dan diadministrasikan oleh bendahara Bea Cukai lalu ditandatangani dan dicap dinas.

Pada waktu mengeluarkan (reekspor) oleh bendahara Bea Cukai pelabuhan, pengeluaran dicatat pada lembar eksportasi lalu diadministrasikan, ditandatangai dan dicap dinas. Kemudian Lembar eksportasi disobek untuk diteruskan ke Kantor Bea Cukai pemasukan sebagai informasi bahwa barang yang diimpor dengan fasilitas impor sementara telah dikeluarkan dari daerah pabean Indonesia.

Dengan adanya ATA Carnet ini, pengusaha dan pemerintah saling diuntungkan. Bagi pengusaha, carnet memudahkan terjadinya proses administrasi, tidak banyak dokumen tertulis, mengurangi konflik hukum, mengurangi waktu dan biaya perizinan kepabeanan, serta mengurangi resiko.

Bagi pemerintah akan meningkatkan produktivitas, dan adanya jaminan pembayaran terhadap semua kewajiban pajak dan kepabeanan. Dengan ATA Carnet, prosedur untuk pembebasan bea masuk, pajak menjadi sederhana, proses impor atau ekspor sementara barang menjadi tidak komplek, karena dijamin oleh rantai jaminan internasional.

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan dan Download E-Book Bagus

* indicates required

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Gratis
E-BOOK BAGUS TENTANG PERSONAL DEVELOPMENT DAN MOTIVASI