Barang Yang Dikenakan Cukai Dan Karakteristiknya

Barang Yang Dikenakan Cukai dan karakteristiknya

Diantara rangkaian tugas besar dari Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai ( Bea Cukai ) adalah mengawasi dan melayani peredaran barang Impor serta Ekspor. Apakah cuma itu beban yang di pikul Bea Cukai? Tentu tidak.

Selain 2 tugas tersebut diatas masih ada tugas lain dari Bea Cukai yang tidak kalah penting yaitu melakukan pelayanan serta pengawasan terhadap barang yang di kenakan cukai.

Mendengar kata cukai maka bayangan umum yang akan timbul di pikiran kita adalah rokok serta minuman beralkohol. Padahal masih ada objek objek lain yang terkait dengan cukai yang jumlahnya maupun jenisnya masih bisa bertambah.

Cukai Andalan Penerimaan

Dibandingkan dengan pendapatan dari Bea Masuk (BM) dan Bea Keluar (BK), penerimaan dari sektor cukai berandil besar pada target tahunan Bea Cukai.

Gambaran angkanya dapat kita lihat pada target Bea Cukai di tahun 2019 yaitu :

  • BM sebesar Rp 5,31 triliun ,
  • BK sebesar Rp 1,24 triliun
  • dan cukai sebesar Rp 165,5 triliun

Target dan pendapatan dari objek pajak cukai dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan. Sedikitya ada 2 faktor yang mempengaruhi yaitu :

  • Kenaikan tarif Cukai
  • Penambahan Objek cukai

Sementara pendapatan dari BM dan BK cenderung menurun yang diakibatkan oleh beberapa hal :

  • Impor maupun ekspor barang dengan tarif 0 %
  • Pakta perjanjian perdagangan bebas/free trade agreement (FTA)
  • Program penertiban impor berisiko tinggi (PIBT)
  • Faktor sumber daya manusia

Apa Yang Dimaksud Dengan Cukai

Apa yang dimaksud dengan cukai dan karakteristik seperti apa sebuah barang dianggap Barang Kena Cukai ( BKC )?. Ikuti pembahasan seputar cukai ini sampai selesai.

Sebelum membahas cukai ada baiknya kita mengenal apa itu BKC. Barang kena cukai adalah barang – barang tertentu yang mempunyai sifat dan karakteristik yang ditetapkan dalam Undang – Undang cukai.

Sedangkan Cukai sendiri adalah jenis pungutan negara yang dikenakan terhadap BKC.

Berikut adalah sifat dan karakteristik dari BKC :

  • Konsumsinya perlu di kendalikan
  • Peredarannya perlu di awasi
  • Pemakaian dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup
  • Atau pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan

Apa saja BKC yang dilayani, diawasi dan dipungut oleh Bea Cukai ?

1. Etil Alkohol

Etil alkohol atau etanol adalah barang cair, jernih dan tidak berwarna yang merupakan senyawa organik dengan rumus kimia C2H5OH yang diperoleh baik secara peragian dan/atau penyulingan maupun secara sintesa alami.

Penyebutan lain untuk etil alkohol adalah alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol saja.

Sifat lain yang khas dari cairan ini adalah dia mudah menguap dan mudah terbakar.

Dalam keseharian kita sudah akrab dengan cairan ini yang biasa dipakai untuk membersihkan peralatan bekam, bahan parfum dan obat obatan.

2. Minuman Mengandung Etil Alkohol ( MMEA )

MMEA adalah semua barang cair yang lazim disebut minuman, yang mengandung etil alkohol, yang dihasilkan dengan cara peragian, penyulingan atau cara lainnya.

Contoh MMEA lokal dengan kadar alkoholnya :

  • Bir lokal ( 3 – 5% ) kecuali bir hitam ( 8 % )
  • Shandy ( < 1 % ). shandy adalah minuman ringan yang dicampur dengan bir
  • Anggur obat ( 9 – 18% ) adalah campuran etil alkohol dengan sari buah yang difermentasikan
  • Arak ( 38% )
  • MMEA lokal lainnya

Contoh MMEA Impor dengan kadar alkoholnya :

  • Wine ( 9 – 18%) dan Brandy ( minimal 30%)
  • Cider ( 2 – 8% )
  • Whisky ( 30 – 40% )
  • Soju ( 20 % ), soju adalah MMEA yang berasal dari korea
  • MMEA impor lainnya

3. Hasil Tembakau

Jenis BKC untuk hasil olahan tembakau meliputi :

A. Sigaret

Sigaret Linting adalah sigaret yang dibuat dari tembakau rajangan yang dibalut kertas dengan cara dilinting untuk dipakai tanpa mengindahkan bahan pengganti atau bahan pembantu yang digunakan dalam pembuatannya.

Sigaret Kretek adalah sigaret yang pada proses pembuatannya di campur dengan cengkeh atau bagiannya baik asli maupun tiruan tanpa memperhatikan jumlahnya. Sigaret kretek terdiri dari Sigaret Kretek Tangan ( SKT ) dan Sigaret Kretek Mesin ( SKM ).

Sigaret Kretek Tangan ( SKT ) adalah sigaret yang proses pembuatannya mulai dari pemasangan filter, pengemasan dalam kemasan eceran dan pelekatan pita cukai dilakukan secara manual tanpa menggunakan mesin. Sigaret Kretek Mesin ( SKM ) adalah sigaret yang proses pembuatannya menggunakan mesin baik sebagaian maupun keseluruhan.

Sigaret Putih adalah sigaret yang pada proses pembuatannya tidak dicampur cengkeh, kelembak atau kelembak menyan. Dari proses pembuatannya sigaret ini terdiri dari sigaret putih tangan (SPT) dan sigaret putih mesin (SPM).

Sigaret kelembak menyan adalah sigaret yang pada proses pembuatannya dicampur dengan kelembak atau menyan asli maupun tiruan tanpa memperhatikan jumlahnya

sigaret

B. Cerutu

Cerutu adalah hasil tembakau yang dibuat dari lembaran – lembaran daun tembakau yang di gulung dengan cara sedemikian rupa dengan daun tembakau untuk dipakai.

Cerutu adalah hasil tembakau yang dibuat dari lembaran – lembaran daun tembakau yang di gulung dengan cara sedemikian rupa dengan daun tembakau untuk dipakai.

C. Rokok Daun

Rokok daun adalah rokok yang dibuat dari daun ripah, daun jagung atau klobot atau sejenisnya dengan cara dilinting’

D. Tembakau iris ( TIS )

Tembakau iris adalah hasil tembakau yang dibuat dari daun tembakau yang di rajang untuk dipakai

E. dan pengolahan tembakau lainnya dengan tidak mengindahkan digunakan atau tidak bahan pengganti atau bahan pembantu dalam pembuatannya

4. Objek Cukai Lainnya

Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana menambah barang yang dikenakan cukai.

Beberapa waktu lalu Ibu Sri Mulyani mengusulkan penambahan pendapatan negara disektor cukai dengan mengenakan cukai terhadap :

A. Produk Plastik

Sudah menjadi pemandangan yang wajar di selokan, pekarangan kosong serta dipinggir jalan baik di kota maupun di pedesaan dimana sampah plastik menumpuk.

Sampah plastik sudah mengotori alam dan menjadi musuh baru yang mengancam kelestarian lingkungan.

Oleh karena itu, penggunaan plastik harus di batasi.

Tarif produk plastik berupa kantong plastik dikenakan cukai berdasarkan ketebalannya dan dihitung perlembarnya. Cukai ini tidak berlaku untuk barang yang rusak, untuk diekspor dan non-pabriksi.

B. Minuman Yang Mengandung Pemanis

Angka penderita diabetes di Indonesia dari tahun ketahun cenderung mengalami peningkatan.

Hal ini tidak bisa dipungkiri diakibatkan gaya hidup kita yang lebih suka minuman kaleng berkarbonasi dibanding teh tawar.

Gula dalam jumlah yang proporsional tentu tidak akan menimbulkan masalah tetapi akan membawa petaka jika dikonsumsi secara berlebihan.

Cukai terhadap minuman mengandung pemanis ditetapkan berdasarkan kadar gula yang dimiliki yang dihitung dalam satuan liter.

C. Emisi Karbon Kendaraan Bermotor

Pertumbuhan kendaraan bermotor yang memenuhi jalanan semakin hari semakin padat.

Dari proses pembakaran bahan bakar akan dihasilkan emisi karbon yang sangat berbahaya bagi manusia maupun lingkungan sehingga populasi kendaraan harus dikendalikan dengan cara pengenaan cukai untuk emisi kendaraan bermotor.

Cukai yang dikenakan untuk emisi karbon kendaraan bermotor akan dibedakan berdasarkan emisi yang dihasilkan tiap kendaraan.

Rencananya, cukai untuk kendaraan bermotor dikenakan kepada pihak pabrik bukan dibayarkan oleh pembeli.

Bagaimana realisasi dari pengenaan barang kena cukai terhadap ketiganya?mari kita tunggu bersama-sama.

Demikian adalah pembahasan seputar barang apa saja yang dikenakan cukai, pengenalan sifat dan karakteristik barang dikategorikan sebagai barang kena cukai.

Sampai tulisan ini diposting, jenis jenis cukai yang menjadi objek tugas bea cukai terdiri dari cukai hasil tembakau dan alkohol. Tidak menutup kemungkinan dikemudian hari akan ada barang kena cukai lainnya.

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan dan Download E-Book Bagus

* indicates required

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *