Daerah Pabean Indonesia

daerah pabean indonesia
Postingan saya yang kedua kali ini akan membahas tentang pengetahuan dasar terkait daerah pabean Indonesia dan kawasan pabean.

Pertama kali mendengar dan mengenal istilah daerah pabean serta kawasan pabean ini adalah pada saat awal – awal masuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.

Tepatnya awal bulan April 2004. Tidak terasa sudah sudah 15 tahun lebih menjadi PNS sampai tulisan ini di release.

Setelah sekian lama terabaikan, sekarang adalah waktunya untuk mengingat  dan merangkainya dalam cara menuliskannya dengan kata – kata sendiri.

Besar harapan saya, semoga tulisan ini memberikan manfaat baik bagi pribadi saya maupun orang lain. 

Pengertian Daerah Pabean Indonesia    

Pengertian daerah pabean adalah seperti didefinisikan sebagai berikut :

Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan dan ruang udara diatasnya, serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Ekslusif dan landas kontinen yang didalamnya berlaku Undang-undang no. 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Definisi daerah pabean diatas tertuang dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan.

Wilayah yang berupa daratan, lautan dan udara tentu kita sudah paham. Terus apa yang dimaksud Zona Ekonomi Eksklusif dan Landas Kontinen ?

Zona Ekonomi Eksklusif dan Landas Kontinen

Menurut Bapak Muhammad Fachrudin, beliau adalah Dosen Politeknik Keuangan Negara ( PKN ) STAN dari Jurusan Kepabeanan dan Cukai definisi keduanya adalah

Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah daerah di luar laut teritorial Indonesia yang meliputi dasar laut dan tanah dibawahnya serta air di atasnya dengan batas terluar maksimal 200 mil dari garis pangkal laut wilayah Indonesia.

Landas Kontinen adalah daerah di luar laut teritorial Indonesia yang meliputi dasar laut dan tanah dibawahnya yang merupakan kelanjutan alamiah dari daratan sampai batas terluar kontinen paling jauh 300 mil dari garis pangkal wilayah Indonesia.

Daerah Pabean Indonesia Lainnya

Daerah pabean Indonesia lainnya adalah wilayah seluruh wilayah Republik Indonesia selain Kawasan Berikat (KB). 

Contoh Daerah Pabean

Tempat pengeboran minyak lepas pantai di indonesia adalah salah satu contoh daerah pabean Indonesia.

Perdagangan Internasional 

Perdagangan internasional yang ditandai dengan kegiatan ekspor impor semakin lama semakin pesat perkembangannya seiring dengan bertambahnya penduduk dunia dan semakin beragamnya kebutuhan manusia akan barang. 

Kebutuhan tersebut dapat didatangkan atau dikirimkan dari dalam atau luar negeri. Keluar masuk barang dari satu negara ke negara lain, tidaklah mudah. 

Negara negara di planet bumi ini memiliki regulasi yang ketat untuk setiap barang yang masuk maupun keluar.

Sebelum barang tersebut diekspor atau diimpor, barang tersebut harus masuk ke daerah pabean. 

Setiap negara memiliki daerah pabean tersendiri yang sudah disetujui oleh organisasi internasional WTO ( World Trade Organization ) dan pemerintah negara tersebut.

Kawasan Pabean

Setelah paham dengan daerah pabean Indonesia dan batas batasnya, sekarang kita mengulas lebih khusus yaitu kawasan pabean

Pengertian kawasan pabean

Dan lebih khusus lagi kita akan mengenal yang namanya kawasan pabean

Kawasan Pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut, Bandar udara, atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada dibawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). 

Kepabeanan berfungsi dalam pengawasan atas lalu lintas barang, baik yang dibawa atau yang dimasukkan ke/dari luar negeri yang biasa disebut dengan ekspor-impor.

Ambil contoh untuk wilayah bandar udara Soekarno Hatta sebagai salah satu kawasan pabean.

Pihak Bea Cukai akan mengatur batas – batas kawasan pabean dalam rangka pengawasan terhadap arus barang Impor (barang masuk) dan barang Ekspor (barang keluar).

Pintu atau lebih dikenal dengan nama keren gate adalah batas antara dalam kawasan pabean dan luar kawasan pabean.

Gate ini berada di gudang – gudang (gudang JAS, Gapura) yang berfungsi sebagai Tempat Penimbunan Sementara (TPS) dan di terminal kedatangan penumpang luar negeri (Terminal Kedatangan 2D, 2E dan 3 Ultimate).

Terkait dengan fungsi dari daerah pabean, sebagian barang yang akan diekspor maupun diimpor harus diperiksa oleh pihak bea cukai yang bertugas. 

Pemeriksaan Barang

Pengertian pemeriksaan barang adalah pemeriksaan terhadap fisik barang yang dilakukan oleh petugas pabean (bea dan cukai) untuk memastikan wujud (jenis), asal, kondisi, jumlah dan nilai barang sesuai dengan data yang tercantum dalam pemberitahuan barang (International Convention of Simplification and Harmonization of Customs Procedures (2003:3)). 

Pemeriksaan pabean terhadap barang dilakukan secara selektif dalam arti pemeriksaan fisik barang dan penelitian dokumen hanya dilakukan dengan mempertimbangkan resiko yang melekat pada barang dan profil importir yang bersangkutan.

Tujuan Pemeriksaan Barang

Tujuan dari pemeriksaan barang ialah untuk memperoleh data barang secara lengkap agar dapat digunakan untuk : 

  • Mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription); 
  • Mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported); 
  • Mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang; 
  • Mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan; 
  • Menetapkan klasifikasi dan nilai pabean dengan benar.

Barang-barang yang akan diekspor atau diimpor, masuk ke daerah pabean dengan shipping instruction yang berisi deskripsi barang. 

Petugas pabean, selain memeriksa barang, juga wajib memeriksa dokumen dokumen pendukung.

Jika terjadi misdescription antara barang aktual dengan yang tertulis di dokumen, maka petugas pabean berhak menangguhkan barang tersebut. 

Dokumen Pabean

Berikut adalah dokumen dokumen yang biasanya di minta oleh pejabat bea cukai sebagai dasar/pelengkap administrasi pabean :

  • Invoice,
  • Packing list, 
  • Insurance, 
  • Surat keterangan asal (certificate of origin), 
  • dan transport document (bill of lading, airway bill, railway bill).

Pajak Dalam Rangka Impor

Semua barang yang telah diperiksa petugas pabean dan lolos pemeriksaan daerah pabean, akan dikenakan bea masuk untuk barang yang terkena bea masuk dan pajak dalam rangka impor yang meliputi Ppn, Pph dan Ppnbm. 

Bea adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang impor (bea masuk/bm) dan ekspor (bea keluar/bk).

Sementara cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik yang ditetapkan dalam undang-undang contohnya rokok dan minuman beralkohol.

Tujuan dari pemungutan bea masuk adalah untuk melindungi industri dalam negeri dari limpahan produk luar negeri yang diimpor atau istilahnya tariff barrier yaitu persentase pungutan dalam daerah pabean untuk setiap produk impor. 

Sementara untuk ekspor, umumnya barang ekspor tidak dipungut bea keluar karena barang yang diekspor untuk mendukung industri dalam negeri.

Khusus bagi ekspor pemerintah akan memberikan insentif berupa pengembalian restitusi pajak terhadap barang yang diekspor dengan Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan Kawasan Berikat.

Kesimpulan

Sampai disini kita sudah selesai membahas daerah pabean Indonesia dan masuk ke wilayah yang lebih khusus yaitu kawasan pabean.

Kita juga tahu bahwa ada kewajiban pajak atas barang yang masuk kawasan pabean.

Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi kita semua 🙂

Berlangganan dan Download E-Book Bagus

* indicates required

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *