Inward dan Outward Manifest Bea Cukai

Setelah beberapa pekan puasa update artikel, di pertengahan bulan ramadhan yang penuh berkah ini saya akan posting sebuah tulisan tentang Inward Manifest. Pembahasan ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya tentang pengertian manifest .

Dalam kegiatan perdagangan internasional barang ekspor impor, semua komoditi yang akan diangkut dan dikirimkan haruslah melewati proses pengecekan untuk ke luar daerah. Di Indonesia, pengecekan barang tersebut menjadi wewenang pihak bea dan cukai. Barang-barang tersebut diperiksa sebanyak 2 (dua) kali oleh Bea Cukai negara asal dan Bea Cukai negara tujuan. Hal itu terjadi karena masing-masing negara memiliki regulasi atau otoritas tersendiri atas barang-barang yang boleh dan tidak boleh masuk ke negaranya. Maka dari itu, petugas Bea Cukai harus mengetahui dengan pasti semua barang niaga atau kargo ekspor impor yang diangkut oleh sarana pengangkut; baik pada saat keberangkatan (meninggalkan kawasan pabean) maupun kedatangan (memasukai kawasan pabean).

Inward Manifest

Untuk itu berdasarkan IMO Fal Convention tentang “Cargo Manifest”, sarana pengangkut harus melengkapi diri dengan Inward Manifest berupa daftar cargo yang dibawa saat datang dan masuk Kawasan Pabean. Inward Manifest adalah sebuah surat yang berisi daftar muatan cargo alat angkut tersebut sesaat tiba di pelabuhan. Dokumen yang menggambarkan arus lalu lintas barang ekspor impor diproses melalui administrasi kepabenan, menjadi tanggung jawab Bea Cukai dalam kaitannya dengan administrasi penyelesaian formalitas dan kewajiban kepabeanannya.

Inward Manifest merupakan alat kontrol terhadap semua dokumen Pemberitahuan Pabean serta semua bentuk kegiatan Pelayanan Kepabeanan. Maka dari itu semua dokumen pelayanan Kepabeanan harus merujuk pada dokumen Manifest. Dari sisi pengawasan, Manifest (BC 1.1) merupakan sumber data dan informasi yang sangat penting. Manifest merupakan Informasi awal untuk analisis inteljen dalam “Pre-Clearance Control”, juga alat untuk memonitor pergerakan dan penyelesaian barang ekspor impor.

Pada kegiatan inward manifest terdapat istilah Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut (RKSP), artinya pemberitahuan tentang rencana kedatangan sarana pengangkut yang disampaikan oleh pengangkut ke  Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai. Pengangkut yang sarana pengangkutnya akan datang dari luar Daerah Pabean atau dalam Daerah Pabean yang mengangkut barang impor, barang ekspor dan/atau barang asal Daerah Pabean yang diangkut ke dalam Daerah Pabean lainnya melalui luar Daerah Pabean, wajib menyerahkan pemberitahuan berupa Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut (RKSP) dan Inward Manifest dalam bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris kepada Pejabat di Kantor Bea dan Cukai.

Kewajiban penyerahan RKSP untuk sarana pengangkut melalui laut adalah paling lambat 24 (dua puluh empat) jam sebelum kedatangan sarana pengangkut, atau paling lambat sebelum kedatangan sarana pengangkut, dalam hal waktu tempuh kurang dari 24 jam sedangkan untuk sarana pengangkut melalui udara adalah paling lambat sebelum kedatangan sarana pengangkut.

Pengangkut yang datang  dari luar daerah pabean dengan mengangkut Barang Impor, Barang Ekspor, Barang BC 1.3, wajib menyerahkan Inward Manifest. Dokumen Inward Manifest paling lama harus sudah diserahkan sebelum melakukan pembongkaran barang. Uraian Barang (Description of Goods) pada Inward Manifest harusah jelas. Uraian itu harus dapat diklasifikasikan ke dalam 4 digit pos tarif BTBMI. Pelayanan atas setiap dokumen kepabeanan (PIB, BC2.0, BC 1.2) akan merujuk pada setiap pos pada BC 1.1 dan secara otomatis akan menutup pos BC 1.1 tersebut. Pengangkut atau pihak-pihak lain yang bertanggung jawab atas barang dapat mengajukan perbaikan Inward Manifest (Manifest Kedatangan Sarana Pengangkut).

Kewajiban penyerahan pemberitahuan Inward Manifest untuk sarana pengangkut melalui darat ialah paling lambat pada saat kedatangan sarana pengangkut. Sementara kewajiban menyerahkan pemberitahuan Inward Manifest untuk sarana pengangkut melalui laut dan udara sebagai berikut:

Dalam hal melakukan kegiatan pembongkaran barang:

Paling lambat pada saat sebelum melakukan pembongkaran barang; atau dalam hal pembongkaran tidak segera dilakukan, paling lambat 24 (dua puluh empat) jam sejak kedatangan untuk sarana pengangkut melalui laut dan paling lambat 8 (delapan) jam sejak kedatangan untuk sarana pengangkut melalui udara.

Dalam hal tidak melakukan kegiatan  pembongkaran, tetapi akan melakukan pemuatan  barang: 

Paling lambat pada saat sebelum melakukan pemuatan barang; atau dalam hal pemuatan tidak segera dilakukan, paling lambat 24 (dua puluh empat) jam sejak kedatangan untuk sarana pengangkut melalui laut dan 8 (delapan) jam paling lambat sejak kedatangan untuk sarana pengangkut melaui udara.

Kewajiban penyerahan pemberitahuan  Inward Manifest dikecualikan  bagi sarana pengangkut yang tidak melakukan pembongkaran dan pemuatan barang dan berlabuh atau lego jangkar paling lama  24 (dua puluh empat) jam sejak kedatangan untuk sarana pengangkut melalui laut; dan mendarat paling lama  8 (delapan) jam sejak kedatangan untuk Sarana Pengangkut melalui udara.

Outward Manifest

Outward Manifest atau Manifest Keberangkatan Sarana Pengangkut adalah daftar muatan barang niaga yang diangkut oleh Sarana Pengangkut melalui laut, udara, dan darat pada saat meninggalkan Kawasan Pabean.

Landasan hukum dari pengadaan dokumen Outward Manifest antara lain:

  1. Pasal 7A UU N0.17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas UU No.10 tahun 1995 tentang Kepabeanan.
  2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK.04/2006 Tentang Tatalaksana Penyerahan Pemberitahuan RKSP, Manifest Kedatangan  Sarana Pengangkut dan Manifest Keberangkatan Sarana Pengangkut sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 108/PMK.04/2006
  3. Perdirjen Bea dan Cukai Nomor P-10/BC/2006 tanggal 16 Juni 2006 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Perdirjen Bea dan Cukai Nomor P-19/BC/2006 tanggal 28 November 2006.

Dalam Outward Manifest terdapat istilah Rencana Keberangkatan Sarana Pengangkut (RKSP), yang artinya adalah pemberitahuan tentang rencana keberangkatan sarana pengangkut yang disampaikan oleh pengangkut ke suatu Kantor Pabean. Pengangkut yang sarana pengangkutnya akan berangkat ke luar Daerah Pabean atau dalam Daerah Pabean yang mengangkut barang impor, barang ekspor dan/atau barang asal Daerah Pabean yang diangkut ke dalam Daerah Pabean lainnya melalui luar Daerah Pabean, wajib menyerahkan pemberitahuan berupa Rencana Keberangkatan Sarana Pengangkut (RKSP) dan Outward Manifest dalam bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris kepada Pejabat di Kantor Pabean.

Kewajiban penyerahan RKSP untuk sarana pengangkut melalui laut adalah paling lambat 24 (dua puluh empat) jam sebelum keberangkatan sarana pengangkut, atau paling lambat sebelum keberangkatan sarana pengangkut, dalam hal waktu tempuh kurang dari 24 jam sedangkan untuk sarana pengangkut melalui udara adalah paling lambat sebelum keberangkatan sarana pengangkut.

Pengangkut yang sarana pengangkutnya akan berangkat menuju ke luar Daerah Pabean atau ke dalam Daerah Pabean dengan membawa Barang impor, Barang ekspor dan/atau barang asal Daerah Pabean yang diangkut ke dalam Daerah Pabean lainnya melalui luar Daerah Pabean, wajib menyerahkan pemberitahuan berupa Outward Manifest dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris kepada Pejabat di Kantor Pabean. Penyerahan dilakukan paling lambat sebelum keberangkatan sarana pengangkut.

Kewajiban pemberitahuan Outward Manifest dikecualikan bagi Sarana Pengangkut yang tidak melakukan kegiatan pembongkaran dan pemuatan barang  dan berlabuh lego jangkar paling lama 24 (dua puluh empat) jam sejak kedatangan untuk Sarana Pengangkut melalui laut;  dan mendarat paling  lama 8 (delapan) jam sejak kedatangan untuk Sarana Pengangkut melalui udara.

Atas Outward Manifest yang telah didaftarkan dapat dilakukan perbaikan oleh pengangkut atau pihak-pihak lain yang bertanggung jawab atas barang setelah mendapatkan persetujuan Kepala Kantor Pabean atau pejabat yang ditunjuk. Perbaikan dilakukan paling lambat 3 x 24 (tiga kali dua puluh empat) jam terhitung sejak Outward Manifest  didaftarkan. Perbaikan Outward Manifest meliputi:

  • Penambahan pos Outward Manifest, dalam hal Outward Manifest yang telah diserahkan ke Kantor Pabean terdapat pos yang belum diberitahukan;
  • Pengurangan pos Outward Manifest, dalam hal data Outward Manifest yang telah diserahkan ke Kantor Pabean terdapat pos yang keseluruhan pihak bahwa barangnya tidak jadi dimuat di sarana pengangkut;
  • Pemecahan posOutward Manifest,  dalam hal pos-pos manifest dari barang ekspor sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (3) huruf a, huruf b, dan huruf c merupakan bagian barang konsolidasi;
  • Perubahan dataOutward Manifest, dalam hal terdapat data Outward Manifest  yang perlu dilakukan perubahan.

Sekian, semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan dan Download E-Book Bagus

* indicates required
One comment on “Inward dan Outward Manifest Bea Cukai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Gratis
E-BOOK BAGUS TENTANG PERSONAL DEVELOPMENT DAN MOTIVASI