Pegawai Bea Cukai : 7 Fakta Dibalik Wajah Ganteng, Cantik Dan Kaya

pegawai bea cukai

Dari sekolah dasar, SMP, SMA dan sampai lulus kuliah tidak ada niatan pada diri saya untuk menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau sekarang beralih nama menjadi Aparatur Sipil Negara ( ASN ), apalagi pegawai bea cukai.

Seiring waktu berjalan dan setelah belasan lowongan kerja di harian Kedaulatan Rakyat ( KR ) telah dicoba tetapi tidak ada satupun balasan yang diterima.

Tibalah suatu hari di awal bulan Januari tahun 2004, datanglah sepucuk surat dari pak pos berisi undangan psikotes di kampus c Unair Mulyorejo Surabaya. Undangan tes ini berawal lamaran yang saya layangkan dari lowongan pekerjaan di harian Kompas akhir Desember 2003.

Singkat cerita, setelah menjalani 2 tes dan lolos kelengkapan administrasi, akhirnya saya diterima menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan penempatan pertama di Kanwil VII Surabaya.

Awal awal menjadi pegawai bea cukai, ketika teman bertanya sekarang kamu kerja dimana? Maka jawaban saya adalah saya kerja di Pelabuhan. Kenapa saya menjawab seperti itu?. Karena saya merasa “agak gimana” ketika mendengar dan melihat respon teman atas jawaban jika saya bekerja di bea cukai.

Ada cerita dalam perjalanan saya naik kereta dari Bandung ke Jakarta, ketika sebelah saya tahu bahwa saya pegawai bea cukai maka dia melanjutkan dengan pertanyaan kena berapa bisa masuk bea cukai?.sebuah pertanyaan yang lazim dan saya jawab gratis !.

Masih umum bahwa pemahaman di masyarakat bahwa pegawai bea cukai kaya. Penilaian yang tidak salah tetapi tidak 100% benar, karena kekayaan itu relatif. 

Hingga umur 23 tahun, saya berasumsi bahwa menjadi PNS itu harus hanya dengan menyogok dan punya koneksi orang dalam. Sikap itu terbantahkan setelah saya masuk menjadi pegawai bea cukai dengan gratis dan tanpa koneksi.

Pola pikir lama dan asumsi asumsi yang tidak sesuai kenyataan lahir dari kurangnya informasi mendalam tentang bea cukai itu sendiri.

Pada postingan kali ini saya ingin mengungkapkan fakta fakta tentang pegawai bea cukai yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Serta meluruskan hal hal yang kurang dimengerti dan dipahami oleh mereka.

Mari kita bahas satu persatu fakta fakta tersebut.

Aparatur Sipil Negara ( ASN )

Pegawai bea cukai adalah pegawai biasa, mereka berstatus PNS/ASN di bawah kendali Kementerian Keuangan ( Kemenkeu). Jadi mereka mempunyai tabel gaji setara dengan PNS dari Kementerian yang lain. Tetapi mereka mendapatkan Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara (TKPKN) dan ini mungkin yang membedakan dengan PNS lain.

Masa menunggu untuk diangkat menjadi PNS bea cukai, tidak memerlukan memakan waktu yang lama. Pengalaman saya sendiri, masa tunggu dari CPNS sampai menjadi PNS hanya butuh waktu sekitar 1 tahun.

Salah satu komponen persyaratan untuk diangkat menjadi PNS adalah lulus Diklat Prajabatan. Untuk Diklat ini saya tunaikan di Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan ( BPPK ) Malang mungkin karena penugasan saya di Surabaya.

Selain peserta dari bea cukai, pelatihan di kota apel ini juga diikuti peserta dari eselon 1 lain di lingkup Kemenkeu seperti Direktorat Jenderal ( Ditjen ) Pajak dan Ditjen Anggaran.

Cara Masuk Bea Cukai

Selepas lulus SMA, ada 3 ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri/Swasta (PTN/PTS) yang saya ikuti di Yogyakarta. Ketiganya adalah Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri  (UMPTN), ujian Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (STT Telkom) dan yang terakhir adalah ujian Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). FYI, untuk ujian yang ke-3 gagal masuk.

Banyak jalan menuju Roma, walaupun tujuan awal saya adalah Milan…hehe. Singkat cerita seperti telah saya ceritakan diatas, jadilah saya seorang abdi negara.

Itulah cara saya masuk dan diangkat menjadi pegawai bea cukai. Kesempatan langka yang mungkin ada setiap 20 tahun sekali.

Cerita saya di atas mungkin adalah salah satu jawaban dari pertanyaan yang sering muncul, bagaimana cara masuk bea cukai atau dengan kata lain gimana jadi pegawai bea cukai?

Cara lain untuk menjadi pegawai cukai tentunya harus kuliah di bidang kepabeanan dan cukai. Artinya Anda harus lulus seleksi STAN jurusan bea cukai.

Ketika Anda masuk STAN tetapi bukan dari jurusan Bea Cukai dan begitu mengidam idamkan jadi penjaga Border, jangan berkecil hati. Karena Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai ( DJBC ) sering kali mengambil lulusan STAN jurusan bea cukai. Misalnya DJBC memerlukan tenaga auditor maka mereka merekrut dari jurusan Akuntansi.

DJBC adalah instansi modern yang memerlukan tenaga handal dalam bidang Hukum, Ekonomi maupun Teknologi Informasi. Cara yang DJBC tempuh adalah pembukaan kesempatan untuk mengabdi bagi mereka yang mempunyai disiplin ilmu di bidang yang dibutuhkan. DJBC membuka lowongan untuk lulusan PTN/PTS selain STAN. 

Itulah beberapa cara yang bisa ditempuh jika anda ingin menjadi pegawai bea cukai.

Lokasi Tugas Pegawai Bea Cukai

Bea cukai itu identik dengan pelabuhan udara, laut dan daerah perbatasan.

Dimana disitu ada penerbangan Internasional dan pelayaran internasional disitulah ada kantor bea cukai. Kantor bea cukai juga ada di daerah perbatasan darat dengan negara lain seperti daerah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan, perbatasan Indonesia-Timor Leste serta perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Dalam rangka pengawasan dan pelayanan dalam bidang cukai rokok misalnya, bea cukai hadir disitu.

Pegawai bea cukai adalah PNS pusat yang cenderung tidak menetap dan berpindah pindah dari satu kota ke kota lain dan dari satu pulau ke pulau yang lain.

Saya sendiri selama kurang lebih 16 tahun mengabdi telah mengalami 3 kali perpindahan/mutasi tugas.

Penugasan pertama kali adalah di Kantor Wilayah VII Surabaya bagian Kepabeanan dan Cukai. Selanjutnya pindah Satuan Kerja (satker) ke Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Tanjung Perak dan ditempatkan di bagian umum tepatya di bagian keuangan dan gaji.

Setelah 3,5 tahun di Surabaya dan rasa jenuh telah melanda akhirnya saya dimutasikan ke Kantor Pusat DJBC (KP DJBC) di Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai(DIKC). Di DIKC penugasan awal saya di subdit Otamasi Sistem Prosedur (OSP) dan diakhiri subdit Pengolahan Data dan Pelayanan Informasi. Total 8 tahun saya habiskan tenaga dan dipikiran di DIKC.

Saat menulis artikel ini, tempat kerja saya adalah Kantor Pelayan Utama (KPU) Tipe C Bea Cukai Soekarno Hatta. Di KPU Soekarno Hatta sistem kerjanya di bagi dua yaitu dikantor dan di Bandara Kedatangan internasional Soekarno Hatta.

Itulah gambaran lokasi penugasan seorang pegawai bea cukai. Kantor penempatan satu pegawai dengan pegawai yang lain tentunya berbeda beda tergantung banyak hal.

Pkn Stan Bea Cukai

Mayoritas pegawai bea cukai adalah alumni PKN STAN jurusan Bea Cukai dan jurusan lain. 

STAN jurusan bea cukai sampai dengan tulisan ini diposting, mempunyai dua strata yaitu D1 dan D3.

Lokasi mahasiswa bea cukai berubah ubah, dari awalnya terpusat, tersebar dan saat ini terpusat di Kampus STAN jurangmangu Bintaro Tangerang Selatan.

Untuk STAN saya tidak bisa bercerita banyak karena saya bukan alumni disana dan mohon dimaklumi :).

Samapta Bea cukai

Setiap pegawai bea cukai wajib mengikuti dan lulus Diklat kesamaptaan. Diklat ini adalah Diklat ala militer dimana didalamnya kita belajar baris berbaris, ketangkasan, keterampilan menggunakan senjata dan yang tidak kalah penting adalah membangun solidaritas dan kekompakan.

Saya pribadi melaksanakan Diklat kesamaptaan di PUSDIKPASUS Batujajar Jawa barat selama kurang lebih 5 pekan.

Diklat kesamptaan juga dilaksanakan di Pusdiklat Bea cukai kantor pusat dan daerah daerah lain baik di Sumatra maupun Kalimantan.

Tugas Bea Cukai

Pada intinya tugas pegawai bea cukai melakukan dua pekerjaan yaitu pengawasan dan pelayanan. Pengawasan kita dituntut tegas dan awas terhadap segala kungkinan pelanggaran yang akan terjadi.

Sedangkan pelayanan kita harus cekatan, tepat waktu dan dengan wajah berseri seri.

Untuk definisi lebih formal dari tugas bea cukai adalah sebagai berikut :

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Seragam Bea Cukai

Pertama kali seragam yang saya pakai adalah krem untuk hari senin sampai dengan rabu dan biru dongker dipakai hari Kamis dan Jumat. 

Semenjak berdinas di KP DJBC sampai dengan saat ini, seragam harian yang saya kenakan adalah biru tua kalau gak dikatakan hitam.

Untuk hari hari tertentu seperti hari Jum’at dan pekan pertama setiap bulannya, pegawai KPU Soekarno Hatta yang bertugas di kantor memakai batik. Tetapi untuk yang berdinas di terminal kargo dan terminal kedatangan tetap berpakaian dinas lengkap.

Setiap hari Rabu untuk pegawai bea cukai di KP DJBC dan Kantor Wilayah memakai kemeja biru langit lengan panjang. 

Sampai akhirnya kita di titik akhir uraian panjang lebar tentang siapa itu pegawai bea cukai, bagaimana cara masuk menjadi pegawai bea cukai, seragamnya apa dan tugasnya dimana.

Jika ada pertanyaan terkait berapa take home pay pegawai bea cukai, monggo selidiki sendiri. Kaya miskin itu relatif dan tidak terkait apakah dia pegawai atau pengusaha. Selama pendapatan kita melebihi kebutuhan hidup (bukan gaya hidup), patutlah kita bersyukur.

Semoga pembaca akan lebih paham dan lebih bijak dalam menilai. Kata bijak berarti mengambil garis tengah, tanpa melebih lebihkan dan mengurang urangi.

Pegawai bea cukai itu ada lebih dari 16 ribu dan dengan jumlah sebanyak itu tentunya ada keaneka ragaman dalam berperilaku dan bertindak.

Kalau ada ada yang salah sedianya di diluruskan gak cuma dimaafkan, untuk segala kekurangan mohon ditambahkan. Ini cuma opini saya pribadi yang akan mengganjal jika dipendam dalam hati.

Sekian semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan dan Download E-Book Bagus

* indicates required

2 thoughts on “Pegawai Bea Cukai : 7 Fakta Dibalik Wajah Ganteng, Cantik Dan Kaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *