Pengertian Kargo

Pengertian KargoKebutuhan konsumen akan barang atau komoditas terus meningkat setiap waktu. Tidak hanya kebutuhan barang dari dalam negeri, namun juga dari luar negeri; baik kebutuhan jumlah kecil maupun besar. Kebutuhan tersebut mendorong terjadinya suatu perdagangan antar negara yang membutuhkan sarana angkutan baik melalui udara, darat, atau laut. Maka dari itu, dibutuhkan usaha penanganan kargo.

Kargo adalah semua barang yang dikirim melalui udara (pesawat terbang), laut (kapal) atau darat (truk kontainer) untuk diperdagangkan, baik antar wilayah atau kota di dalam negeri maupun antar negara (internasional) yang dikenal dengan istilah ekspor impor. Pengertian kargo menurut IATA (2005) adalah  semua barang yang diangkut atau yang akan diangkut dengan pesawat udara dengan menggunakan Airway Bill tetapi tidak termasuk pos atau barang lain yang dimuat dalam perjanjian konvensi pos internasional dan bagasi yang disertai tiket penumpang atau check baggage. Semua barang kiriman; kecuali benda-benda pos dan bagasi penumpang; baik yang diperdagangkan (komersil) maupun untuk keperluan lainnya (non komersil) dikategorikan sebagai kargo.

Sebelum dikirimkan, kargo harus dicek oleh petugas pabean akan kelengkapan dokumen bawaannya dan tidak menyalahi peraturan kepabeanan. Dokumen yang harus ada ialah Bill of Lading (jalur laut), Airway Bill (jalur udara penerbangan internasional), atau Surat Muatan Udara (jalur udara penerbangan domestik). Kemasan kargo yang dikirimkan melalui jalur laut disebut container, sementara kemasan kargo melalui udara disebut pallet.

Dalam praktiknya, banyak muatan atau kargo yang diangkut memiliki beragam jenis, bentuk, dan karakteristik. Untuk memudahkan dalam pemuatan, kargo dibagi menjadi 5 (lima) kategori atau bentuk yang disesuai dengan sifat dari kargo tersebut antara lain:

  • Muatan sejenis (bulk cargo)

Muatan sejenis ini dapat berupa muatan minyak bumi, kelapa sawit atau muatan kering seperti batu bara maupun kopra.

  • Muatan campuran (general cargo)

Jenis muata yang beraneka ragam baik bentuk dan pembungkusnya seperti dalam peti, drum, kaleng, besi beton, karung, dan sebagainya.

  • Muatan yang didinginkan (refregerited cargo)

Muatan ini dibagi atas dua bagian yang bersuhu dingin dan yang bersuhu beku (freeze); seperti sayuran, daging, ikan, obat-obatan, dan sebagainya.

  • Muatan hewan hidup (life stock)

Muatan ini biasanya menggunakan tempat khusus untuk pengangkutannya seperti hewan sapi, kambing, domba, babi, kuda, dan hewan-hewan hidup lainnya.

  • Muatan Unit (unitize cargo).

Muatan ini adalah muatan yang mempunyai pembungkus asli artinya telah dimasukan dalam peti kemas tersendiri.

Dari berbagai macam karakteristik muatan dalam kargo, pihak shipper maupun EMKL akan mempertimbangkan cara-cara penyusunannnya dalam kapal. Hal itu dilakukan agar kapal dapat memuat kargo seoptimum mungkin sekaligus tetap menjaga keseimbangan kapal. Muatan kargo dibedakan menjadi beberapa macam berdasarkan bentuk pengapalannya, sebagai berikut:

  • Muatan karungan ( bags )

Pemuatan dan penyusunan sangat bergantung pada isi karung. Muatan jenis karungan harus diberi dunnage sebagai alas. Muatan karung dapat disusun saling menindih (bag on bag).

  • Muatan bal-balan ( bals )

Umumnya muatan kargo bal-balan berbentuk segi empat. Pengepakan ini diperuntukkan bagi muatan yang memiliki sifat besar, seperti kapas, kapuk, wol, dan sebagainya.

  • Muatan tong/drum ( drums )

Muatan jenis ini dipadatkan dalam kapal secara tegak dalam satu lapisan datar. Di atas tiap lapisan diberi terapan agar permukaan tetap datar.

  • Muatan barel ( barells )

Cara penyusunannya ialah dipadatkan dengan cara mendatar atau rebah dan sumbatnya menghadap ke atas, serta tepi-tepinya berada pada satu garis lurus. Lapisan pertama dari perut barrel harus bebas dari dasar dan sisi ruangan serta diberi 4 (empat) baji sebagai bantalan.

  • Muatan curah ( bulk )

Jenis muatan yang dikapalkan dengan cara ini antara lain biji besi, gula curah, batu bara, gandum, dan sebagainya. Saat ini, muatan curah diangkut oleh kapal khusus pengangkut muatan curah (bulk carrie ship) yang dilengkapi dengan tangki balast samping (wing tank); berfungsi sebagai pengatur stabilitas kapal.

  • Muatan biji-bijian (grain)
  • Muatan peti (cases)

Muatan peti tujuannnya untuk melindungi muatan yang ada di dalamnya, contohnya kaca, mesin, makanan kaleng, dan buah-buahan. Yang perlu diperhatikan dalam penyusunan muatan peti adalah dengan tidak menumpuk peti yang berat di atas muatan yang lemah.

  • Muatan peti kemas ( container )

Muatan jenis ini paling sering ditemui di tempat penimbunan atau container yard di pelabuhan. Container dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu Full Container Load (FCL) dan Less Container Load (LCL). Muatan di dalam container bisa saja beragam jenisnya sesuai dari berbagai slot shipper atau bisa saja hanya terdiri dari satu jenis barang dari satu shipper/manufaktur.

Perkembangan pengiriman barang melalui jalur udara maupun laut, atau yang lebih dikenal dengan kargo, saat ini mengindikasikan bahwa perkembangannya cukup pesat dan ketat persaingan. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya perusahaan kargo yang bersifat internasional, contohnya Federal Express, UPS, dan DHL. Di dalam negeri terdapat beberapa nama perusahaan kargo yang sudah lama berkcimpung di bidangnya antara lain TIKI, JNE, dan MSA. Maskapai penerbangan seperti Garuda, Singapore Airlines dan maskapai penerbangan lainpun ikut membuka dunia usaha kargo.

Berlangganan dan Download E-Book Bagus

* indicates required

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Gratis
E-BOOK BAGUS TENTANG PERSONAL DEVELOPMENT DAN MOTIVASI