Peraturan Bea Cukai Untuk Barang Bawaan Penumpang Pesawat

peraturan barang bawaan penumpang pesawat
Peraturan bea cukai atas barang bawaan penumpang pesawat. Bea cukai bandara adalah penjaga terakhir untuk barang-barang yang masuk ke wilayah Indonesia dari Luar negeri melalui bandar udara.

Salah satu tugas yang harus saya laksanakan adalah memeriksa barang bawaan penumpang baik berupa barang maupun pembawaan uang tunai.

Tujuan dari pemeriksaan barang ini adalah untuk memastikan bahwa barang bawaan penumpang bukanlah komoditas barang yang dilarang.

Dan yang tidak kalah penting dari pemeriksaan adalah menentukan apakah barang terkena pajak atau tidak.

Untuk pembahasan lebih lengkap tentang peraturan pembawaan uang tunai dapat dibaca di postingan yang terpisah di blog ini.

Pokok tugas saya sebagai pegawai BC di bandara adalah memeriksa barang bawaan penumpang atas kewajiban pajak barang berupa Bea masuk (BM), pajak pertambahan nilai (PPn) dan Pajak Penghasilan Pasal 22 (PPH Impor).

Penggolongan jenis barang dan penghitungan pajak impor barang bawaan penumpang pesawat berdasarkan peraturan yang sah, yaitu undang-undang Kepabeanan.

Peraturan Bea Cukai Indonesia Untuk Barang Bawaan Penumpang

Dalam menjalankan tugas pemeriksaan barang bawaan penumpang terminal kedatangan bandara Soekarno Hatta, pegawai BC dibekali dasar dengan peraturan hukum berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Berikut ini adalah PMK yang dimaksud :

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 203/PMK.04/2017 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang Yang Dibawa Oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut

PMK terbaru ini adalah pengganti dari peraturan menteri keuangan sebelumnya yaitu : Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 188/PMK.04/2010 Tentang Impor Barang Yang Dibawa Oleh Penumpang, Awak Sarana Pengangkut, Pelintas Batas, Dan Barang Kiriman

Dengan berlakunya PMK nomor 203 maka PMK nomor 188 dicabut dan tidak berlaku lagi.

Mari kita lanjutkan pembahasan inti dari postingan kali ini yaitu peraturan bea cukai terkait barang bawaan pribadi penumpang.

Istilah-Istilah Yang Perlu Anda Ketahui

Sebelum memasuki inti pembahasan marilah terlebih dahulu kita definisikan beberapa istilah yang sering dipakai dalam proses impor barang bawaan pribadi penumpang pesawat ini.

Penumpang Pesawat

Penumpang pesawat adalah setiap orang yang melintasi perbatasan wilayah negara. Dibandar udara, petugas bea cukai adalah penjaga terakhir bagi mereka dan barang bawaan yang akan memasuki wilayah Indonesia.

Penumpang pesawat menggunakan sarana pengangkut berupa pesawat tetapi bukan awak sarana pengangkut dan bukan pelintas batas.

Awak Sarana Pengangkut

Awak sarana pengangkut adalah mereka yang bekerja di pesawat yang dimaksud dan datang bersamaan dengan landingnya pesawat.

Mereka ini biasanya terdiri dari pilot dan krunya termasuk pramugari dan pramugaranya.

Sarana Pengangkut

Sarana Pengangkut yang dimaksud disini adalah pesawat udara yang dipakai untuk membawa penumpang dan/ atau barang.

Dalam lingkup lain, sarana pengangkut dapat berupa kapal laut, truk maupun kereta api.

Customs Declaration

Customs Declaration (CD) adalah sebuah surat pemberitahuan kepada bea cukai atas impor barang yang dibawa oleh Penumpang atau Awak
Sarana Pengangkut.

CD yang dipakai diBandar udara Soekarno Hatta dibuat dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Barang Lost And Found

Barang lost and found adalah barang impor yang datang mendahului atau datang setelah kedatangan penumpang pesawat/awak pengangkut.

Barang Bawaan Penumpang Dan Awak Pesawat

Objek dari tugas bea dan cukai adalah barang dan dalam lingkup barang bawaan penumpang dan awak pesawat dibagi menjadi 2 yaitu barang ekspor dan barang impor.

Barang Ekspor

Setiap pembawan barang oleh penumpang maupun awak pesawat harus diberitahukan kepada Pejabat Bea dan Cukai.

Barang ekspor bisa terdiri dari :

  • Barang-barang berharga seperti emas, mutiara dan perhiasan lainnya
  • Barang yang akan dibawa balik kembali ke dalam negeri
  • Uang tunai/instrumen pembayaran lain senilai minimal 100 juta rupiah/ uang asing yang setara dengannya.
  • Barang ekspor yang terkena pajak bea keluar

Tata Cara Ekspor Barang Berharga

Ekspor barang-barang berharga yang tujuannya untuk perdagangan diberitahukan dengan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

Pembawa barang berharga harus menyampaikan kepada bea cukai dokumen-dokumen sebagai berikut :

  • lembar PEB
  • lembar Nota pelayanan Ekspor (NPE)
  • Tiket
  • Pemberitahuan pembawaan barang berharga yang ditanda tangani oleh eksportir

Petugas Bea Cukai meneliti kesesuaian pemberitahuan dengan barang yang akan diekspor.

Jika hasil penelitian sesuai, maka pejabat bea cukai menandatangani dan memberi catatan di lempar NPE.

Jika ditemukan ketidak sesuaian maka pejabat bea cukai meneruskan ke unit pengawasan bea dan cukai.

Tata Cara Ekspor Barang Yang Akan Di Bawa Kembali

Jika penumpang membawa barang ekspor dan tidak menginginkan masalah dengan barangnya ketika tiba kembali ditanah air maka dia harus membuat surat pemberitahuan membawa barang (SPMB).

Surat ini diterbitkan oleh petugas bea cukai diterminal keberangkatan internasional setelah melakukan pemeriksaan barang dan surat pemberitahuan pembawaan barang.

Untuk tata cara pembawaan uang tunai dapat di baca di artikel terkait peraturan pembawaan uang tunai di bandara.

Barang Impor

Barang impor yang dibawa dan tiba bersama penumpang pesawat dan awak pesawat terdiri dari barang untuk keperluan pribadi (personal use) dan barang selain keperluan pribadi (non-personal use).

Masih dikatakan barang impor yang tiba bersama penumpang/awak pesawat jika barang datang maksimal 30 hari sebelum kedatangan penumpang dan maksimal 15 hari setelah tanggal landing penumpang/awak pengangkut.

Kedatangan penumpang ditunjukkan dengan tanggal pasport, tiket dan boarding pass penumpang yang bersangkutan.

Jika sarana pengangkut yang digunakan adalah kapal laut, barang impor datang maksimal 30 hari sebelum kedatangan penumpang/awak pengangkut dan maksimal 60 hari setelah kedatangan penumpang/awak pengangkut.

Jika dilihat dari asalnya, barang impor dibagi menjadi :

  • Barang yang diperoleh dari luar negeri dan tidak akan dibawa kembali keluar negeri
  • Barang yang berasal dari dalam negeri/Indonesia
  • Barang yang diperoleh dari luar negeri dan akan digunakan beberapa saat di Indonesia. Dan setelah selesai barang akan dibawa kembali keluar negeri.

Pemberitahuan Pabean

Setiap barang impor baik yang dibawa oleh penumpang pesawat/awak pesawat harus dilaporkan kepada Bea Cukai baik dengan lisan maupun tulisan.

Pemberitahuan secara tertulis dapat dilakukan dalam bentuk :

1. Customs Declaration (CD)

CD disampaikan kepada petugas bea cukai oleh penumpang pesawat/awak pengangkut pada saat landing pesawat.

Dokumen ini digunakan sebagai pemberitahuan pabean untuk barang impor yang tergolong barang personal use.

2. Pemberitahuan Impor Barang Khusus (PIBK)

PIBK digunakan untuk pemberitahuan pabean untuk barang impor yang tergolong barang non-personal use dan barang yang terdaftar sebagai barang lost and found dan terdaftar di manifest pesawat.

Pembebasan Bea Masuk dan Cukai

Terhadap barang impor penumpang pesawat/awak pesawat yang dikategorikan sebagai barang personal use diberikan pembebasan bea masuk dan/atau cukai sampai batas nilai tertentu.

Jadi ada nilai dan jumlah maksimal yang diijinkan tanpa pajak dan pelarangan.

Berikut adalah pembebasan bea masuki dan/atau cukai yang di maksud :

  • Pembelanjaan barang dari luar negeri maksimal sebesar 500 USD bagi penumpang pesawat.
  • Sedangkan untuk awak pesawat maksimal adalah 50 USD
  • Untuk barang kena cukai hasil tembakau, jumlah maksimal yang diijinkan untuk penumpang pesawat adalah 200 batang sigaret, 25 batang cerutu, 100 gram tembakau iris/produk hasil tembakau lainnya.
  • Sedangkan untuk awak pesawat , jumlah maksimal yang diijinkan adalah 40 batang sigaret, 10 batang cerutu dan 40 gram tembakau iris/produk hasil tembakau lainnya.
  • Untuk barang kena cukai berupa minuman mengandung alkohol, jumlah maksimal yang boleh dibawa oleh penumpang pesawat masuk ke dalam negeri adalah 1 liter.
  • Sedangkan untuk awak pesawat, jumlah maksimal yang boleh dibawa adalah 350 mililiter.

Pembebasan ini berlaku bagi setiap orang per kedatangan.

Di peraturan bea cukai terkait bawaan barang penumpang yang terbaru ini tidak dikenal istilah keluarga.

Jika nilai dari barang impor melebihi batas maksimal maka selisihnya harus dibayarkan pajaknya.

Sedang untuk barang-barang kena cukai yang melebihi jumlah maksimal maka untuk selisihnya adalah dimusnahkan.

Pemeriksaan Dan Pengeluaran

Berdasarkan pengisian CD oleh penumpang pesawat dan awak pesawat, petugas bea cukai mengarahkan mereka ke jalur hijau atau merah.

Berikut penjelasan terkait penjaluran dalam rangka pemeriksaan dan pengeluaran barang impor.

Jalur Merah

Jalur merah adalah jalur yang bagi penumpang pesawat/awak pesawat dengan bawaan barang dengan kriteria-kriteria sebagai berikut :

  • Membawa barang personal use yang melebihi nilai/jumlah maksimal yang diperbolehkan
  • Membawa hewan, ikan dan/atau tumbuhan serta produk yang berasal dari ketiganya
  • Membawa obat-obatan terlarang, senjata (api/tajam) serta segala sesuatu yang berhubungan dengan pornografi
  • Membawa uang lebih dari 100 juta rupiah atau uang tunai asing senilai dengannya.
  • Membawa barang dagangan/non personal use

Dijalur ini dilakukan pemeriksaan barang oleh petugas bea cukai termasuk barang “lost and found”.

Jalur Hijau

Jalur hijau adalah jalur bagi penumpang pesawat/awak pesawat yang membawa barang selain disebutkan diatas.

Dijalur ini dapat dilakukan pemeriksaan barang oleh petugas bea cukai berdasarkan manajemen resiko.

Penetapan Tarif Bea Masuk

Jika barang personal use yang dibawa penumpang pesawat lebih dari 500 USD maka pejabat bea cukai menetapkan tarif bea masuk atas selisihnya.

Demikian juga atas barang bawaan awak pesawat yang melebihi 50 USD.

Tarif bea masuk yang dipakai adalah 10 % ( sepuluh persen) untuk semua jenis barang impor.

Penetapan tarif bea masuk oleh pejabat bea cukai untuk barang non personal use/barang dagangan adalah pembebanan tarif bea masuk umum tanpa pemberian potongan USD 500/50.

Demikian akhir dari pembahasan seputar peraturan bea cukai terkait bawaan barang penumpang pesawat/awak pesawat.

Jika ada yang kurang dan perlu untuk ditambahkan silahkan tuangkan dalam kolom komentar.

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan dan Download E-Book Bagus

* indicates required

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *