Proses Customs Clearance Indonesia

Seperti telah kita ketahui bersama bahwa keberadaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ( Bea dan Cukai ) tidak jauh – jauh dari pelabuhan. Bisa pelabuhan laut maupun pelabuhan udara. Misalkan di pelabuhan udara, Institusi ini ada bersama dengan institusi lain seperti Imigrasi, Perhubungan, Penerbangan (Sarana Pengangkut ) serta pergudangan.

Ketika sebuah barang akan dikirimkan atau dibongkar dipelabuhan antar negara, tentu akan melalui proses di bea dan cukai indonesia (customs clearance). Customs clearance adalah rangkaian proses penyelesaian dokumen administratif dan pajak dalam rangka ekspor/impor barang dengan tujuan dikeluarkannya Nota Pelayanan Ekspor/persetujuan pengeluaran barang oleh pihak bea dan cukai.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas customs clearance untuk barang impor umum dan ekspor yang pemberitahuannya menggunakan modul Pemberitahuan Impor Barang ( PIB ) dan modul Pemberitahuan Ekspor Barang ( PEB ).

Customs Clearance Impor

Customs Clearance Impor

1.Persiapan Kedatangan Sarana Pengangkut

Pengangkut disini didefinisikan sebagai orang yang berkuasa dan bertanggungjawab atas pengoperasian Sarana Pengangkut yang mengangkut barang dan/atau orang

Sedangkan sarana pengangkut adalah kendaraan/angkutan yang digunakan untuk menbawa barang/orang baik melalui jalur laut, udara ataupun darat.

Kewajiban yang harus ditunaikan ketika sarana pengangkut tiba di daerah pabean ( tiba disini ketika sebuah kapal lego jangkar di pelabuhan dan pesawat udara landing di bandara udara) :

  • Memberitahukan rencana kedatangan sarana pengangkut (RKSP) ke Kantor bea dan cukai tujuan sebelum kedatangan sarana pengangkut, dikecualikan untuk sarana pengangkut darat.
  • Wajib mencantumkan barang impor, barang ekspor, dan/atau barang asal daerah pabean yang diangkut ke tempat lain dalam daerah pabean melalui luar daerah pabean yang diangkut oleh sarana pengangkutnya dalam manifestnya.
  • Wajib menyerahkan pemberitahuan pabean mengenai barang yang diangkutnya sebelum melakukan pembongkaran.
  • Jika tidak dilakukan pembongkaran segera, kewajiban pemberithauan kepada bea dan cukai adalah maksimal 24 jam untuk sarana pengangkut laut, 8 jam untuk sarana pengangkut udara dan pada saat kedatangan untuk sarana pengangkut darat.

Kewajiban pemberitahuan ini tidak berlaku bagi kapal yang berlabuh <= 24 jam dan tidak melakukan pembongkaran.

Pembongkaran dapat dilakukan tanpa pemberitahuan pabean kepada pihak bea cukai terlebih dahulu. Hal ini dilakukan hanya ketika dalam keadaan darurat seperti mengalami kebakaran, kerusakan mesin yang tidak dapat diperbaiki, terjebak dalam cuaca buruk, atau hal lain yang terjadi di luar kemampuan manusia.

Tetapi sarana pengangkut wajib melapor terlebih dahulu ketika “kejadian” dan tidak melepas kewajiban pemberitahuan pabean maksimal 72 jam setelah pembongkaran barang.

2. Pengajuan Dokumen PIB

PIB adalah dokumen pemberitahuan oleh importir/PPJK kepada pihak bea cukai atas barang impor, berdasarkan dokumen pelengkap pabean sesuai prinsip self assessment.

Dokumen pelengkap PIB :

  • Invoice
  • Packing List
  • Bill of lading/airway bill
  • Bill Asuransi
  • dst

Mekanisme penyampaian PIB dilakukan secara elektronik. Pertama – tama Importir/PPJK memasukkan data ke dalam modul PIB dan mengirimkannya secara elektronik ke Sistem Aplikasi Impor Bea dan cukai (SKP Impor). Dari komunikasi ini akan terbit respon respon dari reject samapai SPPB.

3. Pemeriksaan ( Dokumen dan Fisik Barang )

Ketika Importir/PPJK mendapatkan respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dari SKP Impor, maka tahap selanjutnya yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Importir/PPJK menyerahkan Hard Copy PIB dan dokumen pelengkap dan menerima tanda terima dokumen dari petugas pemeriksa dokume
  • Importir/PPJK menyerahkan dokumen kesiapan barang dan petugas bea cukai melakukan perekaman ke SKP Impor, menerbitkan instruksi pemeriksaan barang dan penunjukan pemeriksa barang.
  • Petugas pemeriksa barang melakukan pemeriksaan barang bersama pemilik barang berdasarkan dokumen PIB.
  • Petugas pemeriksa barang merekam hasil laporan pemeriksaan barang ( LHP ) dan mengupload foto barang ke SKP Impor

LHP ini sangat penting terutama bagi Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) dalam rangka menetapkan klasifikasi barang dan menentukan nilai pabean.

4. Pembayaran Pajak dan Pemenuhan Dokumen

  • Pajak terdiri dari Bea Masuk, Cukai, Denda Administrasi, Bunga, Dan Pajak dalam rangka impor
  • Pembayaran pajak bisa melalui Bank devisa Persepsi, kantor pabean dan PT. Pos

Pemenuhan dokumen ijin impor untuk barang larangan/pembatasan bisa melalui Portal INSW ( indonesia National Single Window ).

5. Surat Perintah Pengeluaran Barang (SPPB)

SPPB adalah produk akhir bea cukai dari rangkain proses yang harus di jalani oleh Importir. Jadi pemilik barang sudah bisa mengeluarkan barang dari daerah pabean dan di bawa ke gudang sendiri.

Customs Clearance Ekspor

 Customs Clearance Ekspor

1.Jadwal Sarana Pengangkut

Kewajiban pihak pengangkut yang harus ditunaikan ketika sarana pengangkut berangkat :

  • Menyerahkan pemberitahuan pabean kepada bea dan cukai atas barang yang dibawa sebelum sarana pengangkut berangkat.
  • Mencantumkan barang impor, barang ekspor, dan /atau barang asal daerah pabean yang diangkut melalui luar daerah pabean yang diangkut oleh sarana pengangkutnya dalam manifesnya

Jenis pemberitahuan pabean untuk sarana pengangkut ( kedatangan/keberangkatan) dapat disimpulkan terdiri dari :

  • Dokumen BC 1.0 :
    Pemberitahuan Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut (RKSP)/ Jadwal Kedatangan Sarana Pengangkut (JKSP)
  • Dokumen BC 1.1 :
    Pemberitahuan Manifes Kedatangan/Keberangkatan Sarana Pengangkut
  • Dokumen BC 1.2 :
    Pemberitahuan pengeluaran barang impor dari kawasan pabean untuk diangkut ke tempat penimbunan sementara di kawasan pabean lainnya
  • Dokumen BC 1.3 :
    Pemberitahuan Pengangkutan barang asal daerah pabean dari satu tempat ke tmpat lain melalui luar daerah pabean

2. Pengajuan Dokumen PEB

Sama halnya dengan PIB, PEB adalah dokumen pemberitahuan oleh Eksportir/PPJK kepada pihak bea cukai atas barang ekspor, berdasarkan dokumen pelengkap pabean sesuai prinsip self assessment.

3. Pembayaran Bea Keluar dan Pemenuhan Dokumen

Barang ekspor yang dikenakan bea keluar harus melakukan pembayaran
paling lambat pada saat Pemberitahuan Pabean Ekspor disampaikan ke Kantor Pabean.

Pemenuhan dokumen ijin Ekspor untuk barang larangan/pembatasan bisa melalui Portal INSW ( indonesia National Single Window ).

4. Pemberitahuan Kesiapan Barang (PKB) dan Pemeriksaan Fisik Barang Ekspor

PKB adalah pemberitahuan yang dibuat oleh Eksportir kepada pejabat Bea Cukai yang ditujukan untuk memberi tahu bahwa barang ekspor siap untuk dilakukan pemeriksaan fisik.

Dalam pemberitahuan ini, eksportir harus melengkapi dengan dokumen – dokumen :

  • Pemberitahuan Pemeriksaan Barang (PPB)
  • Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang telah ditanda tangani dan dibumbuhi cap perusahaan
  • Pemberitahuan Pembetulan PEB (PP PEB) yang telah ditanda tangani dan dibubuhi cap perusahaan jika ada pembetulan untuk PEB yang diajukan
  • Fotocopy Invoice dan Packing List

Tata cara pemberitahuan kesiapan barang :

  • Eksportir datang kebagian pelayanan ekspor di kantor bea cukai yang bersangkutan
  • Eksportir mengambil nomor antrian
  • Eksportir menyerahkan dokumen serta kelengkapannya
  • Dokumen diterima oleh Pejabat Pemeriksa dokumen ekspor, diteliti, diberi catatan, ditanda tangani dan ditunjuk Pejabat pemeriksa barang
  • Dokumen diserahkan kepada Pejabat Pemeriksa Barang untuk diteliti kelengkapannya dan dipelajari isinya
  • Pejabat Pemeriksa Barang menuju lokasi dan melakukan
    pemeriksaan barang didampingi eksportir.
  • Pejabat Pemeriksa Barang menyalin Laporan Hasil Pemeriksaan ke SKP Ekspor.

5. Nota Persetujuan Ekspor (NPE)

Setelah semua rangkain proses dilalui, maka bea cukai akan menerbitkan Nota Persetujuan Ekspor (NPE). Dengan lembar NPE ini, ekportir bisa membawa barang ke gudang di pelabuhan dan selanjutkan dikirimkan ke negara tujuan baik via darat, laut maupun udara.

Demikian adalah pembahasan seputar customs clearance Indonesia. Sebuah proses release barang di bea dan cukai yang masih dianggap rumit dan berbelit – belit. Yakinlah, sepanjang barang jelas dan dokumen pendukungnya lengkap, tidak ada alasan barang mengendap lama di gudang.

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan dan Download E-Book Bagus

* indicates required

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Gratis
E-BOOK BAGUS TENTANG PERSONAL DEVELOPMENT DAN MOTIVASI