Sering Ke Luar Negeri? Pahami Peraturan Bea Cukai Indonesia Untuk Barang Bawaan Penumpang

Bagi pegawai bea dan cukai ( BC ) Bandara Soekarno Hatta seperti saya, salah satu tugas yang harus dilaksanakan adalah memeriksa barang bawaan penumpang,baik berupa barang maupun pembawaan uang tunai.

Tujuan dari pemeriksaan barang ini adalah untuk memastikan bahwa barang bukanlah komoditas barang yang dilarang dan apakah barang terkena pajak atau tidak.

Peraturan Bea Cukai Indonesia Untuk Barang Bawaan Penumpang

Dalam menjalankan tugas pemeriksaan barang bawaan penumpang terminal kedatangan bandara Soekarno Hatta, pegawai BC dibekali dasar hukum berupa :

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 203/PMK.04/2017 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang Yang Dibawa Oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut

Pokok tugas saya sebagai pegawai BC di bandara adalah memeriksa barang bawaan penumpang atas kewajiban pajak barang berupa Bea masuk (BM), pajak pertambahan nilai (PPn) dan Pajak Penghasilan Pasal 22 (PPH Impor).

Fokus utama pembahasan dalam postingan kali ini adalah barang impor yang dibawa oleh penumpang lewat jalur udara. Untuk barang impor yang dibawa awak sarana pengangkut kalau memungkinkan akan ditulis dalam postingan selanjutnya.

Kategori Barang Bawaan Penumpang

Barang bawaan penumpang dibagi menjadi 3 berdasarkan waktu kedatangan yaitu :

  • Barang bawaan penumpang yang datang berbarengan dengan penumpang yang bersangkutan
  • Barang bawaan penumpang yang tiba sebelum kedatangan penumpang pemilik barang. Secepat – cepatnya barang yang tiba sebelum kedatangan pemilik barang adalah 30 hari.
  • Barang bawaan penumpang yang tiba sesudah kedatangan penumpang pemilik barang. Barang ini harus tiba dibandara selambat – lambatnya 15 hari setelah kedatangan pemilik barang.

Hal pertama yang harus dilakukan Pegawai BC adalah mendefinisikan Barang bawaan penumpang sebagai barang pribadi ( Personal Use ) atau non- personal use.

Barang personal use berupa barang yang dipakai untuk keperluan pribadi termasuk sisa perbekalan. Dan barang non-personal use berupa barang dagangan.

Penggolongan barang yang berbeda dalam rangka menentukan skema pengeluaran barang dan pembebanan pajak atas barang.

Pembebasan Atas Barang Bawaan Penumpang (Personal use)

Untuk barang yang di kategorikan sebagai barang personal use, penumpang mendapatkan pembebasan FOB sebesar $500 (lima ratus United States Dollar).

Contohnya Mbak “A” membawa tas dari Prancis seharga $1500, maka yang menjadi dasar FOB penghitungan pajaknya adalah $1500 – $500 = $1000.

Dan untuk barang yang di kategorikan sebagai barang non-personal use (barang dagangan) maka tidak mendapatkan fasilitas pembebasan.

Penetapan Tarif Dan Pembayaran PajaK

Ketika sebuah barang bawaan penumpang ( personal use ) telah dihitung besaran pajaknya, maka penumpang harus membayar komponen – komponen pajak sebagai berikut :

  • Bea masuk ==> 10 %
  • Pajak Pertambahan nilai ( PPn ) ==>10 %
  • PPh pasal 22 Impor ==> 7,5 % (dengan NPWP) dan 15 % (tanpa NPWP)

Pembayaran dapat dilakukan secara tunai, memakai mesin EDC maupun dengan transfer bank. Untuk setiap transaksi, penumpang pemilik barang wajib menerima tanda bukti pembayaran yang sah.

Demikian pembahasan seputar bawaan barang penumpang pesawat yang difokuskan pada kategori barang personal use.

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan dan Download E-Book Bagus

* indicates required

2 comments on “Sering Ke Luar Negeri? Pahami Peraturan Bea Cukai Indonesia Untuk Barang Bawaan Penumpang
  1. Pingback: Peraturan Pembawaan Uang Tunai di Bandara - Blog Bisnis Ekspor & Impor

  2. Pingback: Surat Pemberitahuan Membawa Barang (SPMB), Dokumen Pelindung Untuk Barang Yang Akan Di Bawa Lagi Ke Dalam Negeri - Blog Bisnis Ekspor & Impor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Gratis
E-BOOK BAGUS TENTANG PERSONAL DEVELOPMENT DAN MOTIVASI