Surat Keterangan Asal Barang

surat keterangan asal barang

Ketika anda mengisi modul pemberitahuan impor barang atau modul pemberitahuan ekspor barang ada kolom Surat Keterangan Asal Barang atau Certificate of Origin (COO) yang harus di input.

Kegiatan ekspor merupakan salah satu usaha yang memberikan kontribusi terhadap devisa negara dengan mengeluarkan barang dari daerah kepabeanan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kegiatan ekspor lebih sulit dilakukan, karena orang atau perusahaan yang akan melakukan ekspor harus memenuhi persyaratan tertentu yang harus dipenuhi berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan.

Surat Keterangan Asal Barang

Salah satu dokumen penting yang diperlukan untuk melakukan ekspor adalah Surat Keterangan Asal Barang (SKA) yang dalam bahasa asing disebut “Certificate of Origin (COO)”.

Salah satu kebijakan dalam regulasi yang dikeluarkan pemerintah adalah

Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 33/M-DAG/PER/8/2010 tentang Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) Untuk Barang Ekspor Indonesia.

Surat Keterangan Asal Barang (SKA) ini penting artinya untuk memperoleh fasilitas bea masuk maupun sebagai alat perhitungan quota di negara tujuan, atau untuk mencegah masuknya barang dari negara terlarang.

Keberadaan Surat Keterangan Asal Barang (SKA) sebagai dokumen didasarkan muatan persetujuan perdagangan multilateral yang dilampirkan dalam naskah pembentukan World Trade Organization (WTO).

Di dalam Lampiran I A angka 10 mengatur tentang Agreement Rules of Origin atau Persetujuan tentang Ketentuan Asal Barang,1 yang terdiri dari 9 (Sembilan) Pasal dan 2 (dua) Lampiran.

Dilakukannya penerbitan Surat Keterangan Asal Barang (SKA) sebagai dokumen ekspor wajib disertakan dalam melaksanakan ekspor barang suatu negara ke wilayah negara lain, yang mana hal ini juga tidak terlepas dari perjanjian bilateral, regional maupun multilateral serta merupakan suatu peraturan yang telah disepakati mengenai Ketentuan Asal Barang (Rules of Origin) dan penyelesaian persengketaan yang dapat diterapkan, tentu hal ini tergantung pula dari politik perdagangan luar negeri negara pengimpor.

Certificate of Origin dikeluarkan oleh Kamar Dagang di negara eksportir dengan tujuan untuk menjamin keaslian barang atau komoditas yang bersangkutan.

Di dalam sertifikat itu dijelaskan bahwa barang tersebut benar-benar hasil produksi dari negara penandatangan sertifikat tersebut, sehingga secara tidak langsung sertifikat itu merupakan suatu jaminan atas kualitas barang.

Jenis Surat Keterangan Asal Barang

Surat Keterangan Asal barang ada dua jenisnya, antara lain:

1. SKA Preferensi

Generalized System of Prefrence (GSP) ialah salah satu jenis SKA atau COO yang berfungsi sebagai persyaratan dalam memperoleh preferensi yang disertakan pada barang ekspor tertentu untuk memperoleh fasilitas berupa pembebasan seluruh atau sebagian bea masuk yang diberikan oleh suatu negara atau kelompok ke negara tujuan.

Macam-macam dari SKA preferensi di antaranya:

a. Form “A” Generalized System of Preferences

Generalized System of Prefrence (GSP) ialah salah satu jenis SKA atau COO yang berfungsi sebagai persyaratan dalam memperoleh preferensi yang disertakan pada barang ekspor tertentu untuk memperoleh fasilitas berupa pembebasan seluruh atau sebagian bea masuk yang diberikan oleh negara-negara maju kepada produk-produk tertentu yang berasal dari negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) yang memenuhi syarat.

Tujuannya adalah membantu pembangunan negara berkembang antara lain dengan peningkatan pendapatan devisa melalui ekspor dan mempercepat industrialisasi.

Negara-negara pemberi fasilitas GSP antara lain Kanada, Jepang, Selandia Baru, Norwegia, Swiss, Amerika Serikat, Bulgaria, Rusia, Belarus, Australia, Uni Eropa (Austria, Belgia, Denmark, Perancis, Finlandia, Jerman, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris, Yunani, Cyprus, Estonia, Hungaria, Latvia, Lithuania, Malta, Ceko, Slovakia, dan Slovenia).

b. Certificate in Regard to Traditional Handicraft Batik Fabrics of Cotton

Untuk ekspor hasil kerajinan batik tradisional yang terbuat dari kain kapas.
Negara tujuannya adalah Jepang

c. Form “D” ASEAN Common Efective Prefential Tarif Scheme (CEPT)

ASEAN Free Trade Area (AFTA) merupakan wilayah perdagangan bebas yang mencakup batas negara anggota ASEAN dimana untuk melancarkan arus perdagangan dilakukan penghapusan tarif bea masuk sesama anggota ASEAN. Negara tujuan dari Form “D” antara lain Singapura, Malaysia, Thailand, Philipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja.

d. Certificate in Regard to Certain Handicraft Products

Kegunaannya untuk ekspor barang-barang kerajinan tangan non-tekstil. Negara tujuannya adalah Uni Eropa.

e. Certificate Relating to Silk or Cotton Handlooms Products

Kegunaannya untuk ekspor barang kerajinan tangan TPT (Textile/Product Textile) yang terbuat dari bahan sutera atau kapas yang termasuk dalam cakupan skema barang-barang kerajinan Masyarakat Eropa. Negara tujuannya Uni Eropa.

f. Industrial Craft Certification (ICC)

Manfaatnya untuk ekspor barang yang termasuk “Industrial Craft Merchandise”. Negara tujuannya adalah Australia.

g. Global System of Trade Preference Certificate of Origin

h. Certificate of Handicraft Goods

Manfaatnya untuk ekspor kerajinan tangan dengan negara tujuan adalah Kanada.

i. Certificate of Authenticity Tobacco

Manfaatnya adalah untuk ekspor tembakau jenis tertentu. Negara tujuannya adalah Uni Eropa.

j. “Form E” ASEAN-China Free Trade Area (AC-FTA)

Manfaat preferensinya dalam bentuk penurunan atau pembebasan tarif bea masuk. Negara tujuannya adalah China.

k. “Form IJEPA” (Indonesia Japan Economic Partnership Agreement)

2. SKA Non Preferensi :

Jenis dokumen SKA atau COO yang berfungsi sebagai dokumen pengawasan dan atau dokumen penyerta asal barang ekspor untuk dapat memasuki suatu wilayah Negara tertentu. Macam-macam SKA non preferensi di antaranya:

  1. ICO Certificate of Origin
  2. Fisheries COO
  3. COO for Imports of Agricultural Products into MEE (Europe Community)
  4. COO Handlooms Traditional Textile Products of the Cottage Industry
  5. Certificate of Origin Form “K”
  6. COO(Textile Products)
  7. Form “B”
  8. Certificado De Pais De Origen

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan dan Download E-Book Bagus

* indicates required

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Gratis
E-BOOK BAGUS TENTANG PERSONAL DEVELOPMENT DAN MOTIVASI