Mengenal World Customs Organizations ( WCO )

Pernah muncul sebuah pertanyaan, Direktorat Jenderal Bea Cukai ( Bea Cukai ) itu dibawah kementerian apa ya? Apakah pegawainya berstatus sebagai PNS?.

Sampai saat ini pegawai Bea Cukai adalah seorang PNS ( Pegawai Negeri Sipil ) dan ada dibawah kendali kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Disamping itu, ditingkat Internasional Bea Cukai menginduk juga kepada Organisasi Internasional yang terkenal dengan nama WCO. Apa itu WCO? Simak penjelasannya di postingan kali ini.

World Customs Organizations ( WCO )

The World Customs Organizations atau disingkat WCO berdiri pada tahun 1950.

Awalnya, organisasi ini bernama “The Customs Co-operation Council” yang tugasnya menangani bidang perdagangan internasional, khususnya dibidang pajak bea cukai ekspor-impor.

Organisasi ini dibentuk akibat latar belakang perang.

Kontribusi Pokok WCO

Kontribusi pokok WCO dalam kitab European Yearbook of International Economic Law dibagi menjadi 5 (lima) bagian yaitu :

1. Mendeskripsikan secara singkat perkembangan dan pentingnya bea cukai dalam perdagangan internasional.

2. Menyelaraskan tujuan WCO dan merancang struktur, instrumen, dan kebijakan strategisnya.

3. Menganalisis rancangan yang dibuat sebelumnya.

4. Menganalisis interaksi WCO dengan organisasi internasional lainnya.

5. Menyimpulkan dan menakar relevansi pajak bea pada perdagangan intenasional.

Pada 1947, Eropa mengalami keterpurukan ekonomi pasca-perang, sehingga mereka sepenuhnya bergantung pada impor dari Amerika dan bantuan finansial.

Untuk mengembalikan keadaan perekonomian seperti semula, maka dicanangkanlah sebuah badan rintisan bernama European Customs Union Study Group pada tanggal 12 September 1947.

Dibentuknya badan tersebut diharapkan dapat meningkatkan cakupan area dagang dan meringankan ketergantungan pada produk negara lain.

Namun, perkembangan study group tersebut terhambat karena adanya kompleksitas biaya atas konsekuensi kontinu pada integrasi ekonomi politik.

Maka pada tahun 1952, European Customs Union Study Group digantikan dengan the Customs Co-operation Council (CCC).

Tercatat hingga tanggal 26 Januari 1953, CCC memiliki 17 representatif dari negara-negara Eropa.

Anggota CCC terus meningkat selama 40 tahun berdiri. Di tahun 1994, organisasi ini mengadopsi nama informalnya menjad World Customs Organizations atau WCO.

Penggantian nama ini mencerminkan bahwa WCO telah berkembang menjadi organisasi multilateral.

Tujuan, kegiatan, dan program institusional dari WCO ditetapkan oleh Founding Convention di tahun 1950.

Misinya ialah meningkatkan efektivitas dan efisiensi administrasi anggota WCO di perdagangan internasional.

Organisasi multilateral ini didanai oleh kontribusi anggotanya.

Komisi dan Instrumen WCO

Di dalam WCO terdapat agensi yang telah ditetapkan oleh Founding Convention dan Resolutions of the Council.

Ketentuan yang telah ditetapkan tersebut wajib dipraktikkan secara transparan. Agensi-agensi dalam struktur WCO antara lain:

1. The Council (Konselor)

Sebagaimana diatur dalam Art. I, pihak Konselor merupakan agensi yang terpenting dalam WCO.

Berdasarkan kesepakatan dalam Art. VII, pihak-pihak yang tergabung dalam agensi Konselor mengadakan pertemuan paling sedikit 2 (dua) kali dalam setahun.

Tugas inti dari Konselor tertuang dalam keputusan Art. III, yang didalamnya termasuk koordinasi bea cukai, legislasi, pengambilalihan perselisihan, dan pemerataan informasi.

Mayoritas anggota WCO yang menjabat sebagai Konselor ialah negara-negara berkembang (developing countries/DCs).

Pendelegasian anggota Konselor bersifat terbuka dan tidak terbatas jumlahnya.

2. Committees (Komite)

Agensi Komite menangani berbagai aspek yang berhubungan dengan kebijakan bea cukai.

Agensi Komite memiliki 4 (empat) fungsi:

  • Policy Commission,
  • Audit Committee,
  • Permanent Technical Committee,
  • dan Private Sector Consultative Group.

Berbeda dengan agensi Konselor, anggota yang dapat masuk ke dalam jajaran pihak Komite jumlahnya terbatas.

Masing-masing fungsi memiliki esensi tersendiri. Policy Commission (Komisi Kebijakan) bertugas sebagai penasehat kebijakan, praktik, dan prosedur pelaksanaan WCO secara objektif.

Audit Committee (Komisi Pengawas) bertugas sebagai pengawas agensi dalam WCO dan selaku penasehat dalam bidang implementasi rencana strategis, alokasi biaya, dan manajemen program termasuk resiko mitigasi.

Permanent Technical Committee (Komisi Bidang Teknis) memiliki anggota yang diambil dari agensi Konselor dengan spesialisasi bidang teknis bea cukai.

Sebagaimana diatur dalam Art. X, Komisi Bidang Teknis melaksanakan pertemuan paling sedikit 4 (empat) kali dalam setahun.

Tugasnya ialah meningkatkan koordinasi bea cukai, teknologi informasi, fasilitas perdagangan dan infrastruktur.

Dalam menjalankan tugasnya, Komisi Bidang Teknis dapat berkolaborasi dengan organisasi internasional lainnya, pemerintah, dan sektor pribadi.

The Private Sector Consultative Group (PSCG) memiliki anggota yang bergelut dalam bidang keamanan perdagangan dan fasilitas.

Aktifitas utama dari PSCG ialah berhubungan dengan kasus-kasus Framework of Standards (standard kerja).

3. Instruments (Instrumen Kerja)

The Council (Konselor) menetapkan 5 (lima) jenis instrumen yang diaplikasikan: Konvensi, Rekomendasi, Resolusi, Deklarasi, dan Opini.

Namun, the Founding Convention hanya merujuk pada jenis instrumen Konvensi dan Rekomendasi saja untuk diaplikasikan.

Hubungan Interaksi degan Organisasi Internasional Lain

Meskipun WCO berasal dari Eropa, World Customs Organizations ini telah dikategorikan sebagai organisasi multilateral dalam bidang bea cukai.

Berdasarkan ketentuan pada Art. IX, WCO berhak mengadakan hubungan dengan pemerintah internasional atau organisasi internasional lainnya.

Hubungan yang diadakan secara efektif dengan organisasi internasional lainnya, khususnya yang berkaitan dengan bea cukai, merupakan aspek penting untuk mencapai kebijakan bea cukai dalam skala internasional.

Dengan artian bahwa kebijakan bea cukai yang ditetapkan oleh WCO tidak mempersulit proses ekspor-impor suatu negara dalam perdagangan internasional.

Agensi Komite Bidang Teknis (Permanent Technical Committee/PTC) bertanggung jawab atas interaksi WCO dengan organisasi internasional lain.

Hal-hal yang termasuk cakupan interaksi yaitu koordinasi, proyek bersama (joint project), dan bertukar informasi dengan pihak internasional, pemerintah, maupun non-pemerintah.

Salah satu contoh jalinan interaksi antara WCO dengan organisasi internasional ialah WCO mengadakan hubungan internasional dengan sejumlah agensi di PBB atau UN (United Nations).

Misalnya, WCO berinteraksi dengan UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development.) terkait masalah fasilitas dan infrastruktur perdagangan internasional.

Ditambah kolaborasi antara WCO dengan organisasi internasional lain dalam implementasi strategi anti-terorisme yang direncanakan PBB.

Selain dengan beberapa agensi PBB, WCO juga menjalin interaksi dengan United Nations Economic Commission for Europe terkait dengan pertukaran data.

Masih banyak lagi pihak-pihak yang saling berinteraksi dengan WCO, antaranya World Bank, International Network of Customs Universities, World Trade Organizations (WTO), dan sebagainya.

Tradisi Tahunan

 Sudah menjadi kebiasaan di WCO untuk melakukan perayaan di tanggal 26 Januari dengan tajuk the International Customs Day atau Hari Bea Cukai Internasional.

Perayaan tersebut dalam rangka memperingati peresmian sekaligus pertemuan perdana anggota-anggota World Customs Organizations (WCO).

Setiap tahunnya, perayaan ini mengambil sebuah tema tertentu yang ditentukan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) WCO.

Walaupun ada pergantian tema setiap tahunnya, tujuan utama dari perayaan ini ialah menyuarakan aspirasi dan kesadaran pelaku perdagangan akan peran penting bea cukai dalam perdagangan internasional.

Sekian, semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan dan Download E-Book Bagus

* indicates required

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *